LombokPost--Sebanyak 70 warga Kota Mataram antusias mengikuti layanan Bekam Sunnah gratis, Ahad (25/1).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Komunitas Satu Titik, BKPRMI NTB, dan Ahyar Abduh Foundation (AAF), sebagai kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung program kesehatan pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Komunitas Satu Titik, BKPRMI NTB, dan Ahyar Abduh Foundation (AAF) sebagai bentuk kontribusi elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Sebanyak sekitar 70 warga Kota Mataram mengikuti layanan terapi bekam yang disediakan secara gratis.
Untuk menjamin keamanan dan kualitas pelayanan, panitia menghadirkan 10 terapis bekam bersertifikat serta dua tenaga ahli akupuntur, sehingga seluruh peserta mendapatkan penanganan sesuai standar kesehatan.
Direktur AAF yang juga unsur pimpinan BKPRMI NTB Ustadz Badruttaman Ahda, mengatakan kegiatan bekam sunnah memiliki dua dimensi penting, yakni peningkatan kesehatan jasmani dan penguatan nilai-nilai keislaman.
“Bekam tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga merupakan sunnah Rasulullah SAW. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat menjaga kesehatan sekaligus menghidupkan sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum BKPRMI NTB H Jamaludin.
Ia menilai kegiatan bekam sunnah relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat saat ini dan layak dikembangkan sebagai program berkelanjutan.
“Ke depan, kami mendorong agar bekam sunnah dapat dijadikan agenda rutin. Selain sebagai layanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi media dakwah Islamiyah yang membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Antusiasme warga tampak tinggi sepanjang kegiatan. Selain memperoleh layanan terapi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sesuai tuntunan Islam.
Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pola hidup sehat yang selaras dengan nilai-nilai agama, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan pemerintah dalam pelayanan kesehatan umat.
Editor : Kimda Farida