Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Tengah Konflik Timur Tengah, Calon Jamaah Haji Mataram Tetap Berangkat

Sanchia Vaneka • Jumat, 3 April 2026 | 20:21 WIB
SIAP BERANGKAT: Calon jamaah haji Kota Mataram yang masuk asrama haji, beberapa waktu lalu. 
SIAP BERANGKAT: Calon jamaah haji Kota Mataram yang masuk asrama haji, beberapa waktu lalu. 

 

LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memberikan jaminan seluruh tahapan persiapan keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) musim haji 2026 tetap berjalan normal dan aman. Meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah menjadi sorotan global, jemaah asal Ibu Kota Provinsi NTB ini diminta tetap tenang dan fokus menjalankan persiapan fisik maupun mental.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram Amir Wisuda menegaskan, dinamika politik internasional tersebut sejauh ini tidak memberikan dampak pada jadwal maupun teknis pemberangkatan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah pusat guna memastikan 854 JCH asal Mataram tetap berangkat sesuai rencana.

 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah dan keluarga, untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir berlebihan. Persiapan di tingkat daerah hingga pusat masih tetap on track,” kata Amir, Kamis (2/4). 

 

Pemkot tetap tancap gas menuntaskan rangkaian bimbingan manasik haji. Tepat hari ini, Sabtu (4/4), rangkaian pembekalan selama empat hari tersebut mencapai puncaknya.

 

Sebanyak 854 jemaah berkumpul di Lapangan Sangkareang untuk menjalani praktik akhir atau simulasi puncak sebelum bertolak ke Tanah Suci. Simulasi di lapangan terbuka ini sengaja dipilih untuk memberikan gambaran riil mengenai kondisi cuaca dan medan di Arab Saudi. 

Baca Juga: Lahan Atlantis Dibayar April, Proyek Bale Mentaram Dipacu

Jemaah mempraktikkan langsung tata cara tawaf, sai, hingga prosesi wukuf di bawah terik matahari. Sekaligus menjadi ujian fisik bagi para tamu Allah tersebut.

 

“Pemerintah fokus memastikan seluruh calon jemaah haji siap secara fisik dan administratif,” tambahnya.

 

Sebelum sampai pada praktik puncak di Lapangan Sangkareang, jemaah telah mengikuti bimbingan intensif yang tersebar di enam kecamatan sejak 1 April lalu. Pola ini sengaja diterapkan agar setiap jemaah, terutama yang masuk kategori lansia, bisa lebih leluasa berkonsultasi tanpa harus menempuh jarak jauh.

 

Amir menyebutkan, antusiasme jemaah sangat tinggi karena mereka bisa bertanya secara mendetail mengenai hal-hal teknis di lapangan. “Di kecamatan, ruang konsultasinya lebih privat. Jemaah tidak sungkan bertanya soal hal-hal kecil sekalipun. Kami ingin mereka mandiri saat sudah berada di Arab Saudi nanti," jelasnya.

 

Pemindahan lokasi praktik akhir dari Asrama Haji ke Lapangan Sangkareang juga dinilai sangat representatif. “Awalnya di asrama haji, tapi bertabrakan dengan agenda lain,” jelasnya. 

 

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pejabat Bisa Naik Bemo Kuning


Selain penguatan mental dan ilmu ibadah, pemkot juga tengah merampungkan pengadaan perlengkapan tambahan bagi jemaah. Setiap JCH nantinya akan dibekali syal dan rompi khusus sebagai identitas resmi jemaah asal Kota Mataram. 

 

Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah. Identitas ini dianggap penting, mengingat jemaah akan bergabung dengan jutaan umat muslim lainnya. 

 

Syal dan rompi tersebut akan memudahkan petugas haji melakukan pengawasan dan identifikasi jemaah selama berada di Tanah Suci. “Saat ini masih tahap persiapan pengadaan, insya Allah dalam waktu dekat akan segera kita distribusikan sebelum keberangkatan,” katanya.

 

Di akhir penjelasannya, Amir kembali mengingatkan agar jemaah tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait pembatalan atau penundaan haji akibat konflik. Pihaknya akan terus mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan memastikan setiap perkembangan terbaru tersampaikan dengan cepat kepada jemaah.

 

“Tugas jemaah sekarang hanya satu menjaga niat dan kesehatan. Semuanya sedang dipersiapkan semaksimal mungkin demi kelancaran ibadah haji tahun ini,” pungkasnya. (chi/r9)

 

Baca Juga: TPP Dipotong atau ASN Dirumahkan? Ini Dilema Pemkot Mataram

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #Haji