LombokPost – Meski tujuh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram masih belum diizinkan beroperasi, nasib para pekerjanya ternyata tidak seragam. Sementara tenaga juru masak harus berhenti sementara, tenaga strategis seperti Ahli Gizi, Akuntan, hingga Kepala SPPG dipastikan tetap bekerja dan menerima gaji secara penuh.
Kepastian ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram, Isnan. Ia menjelaskan bahwa perlakuan berbeda diberikan kepada posisi-posisi kunci karena peran mereka yang tidak hanya terbatas pada aktivitas dapur atau memasak.
Isnan mengungkapkan bahwa meskipun dapur dalam kondisi tutup akibat sanksi suspend, para Ahli Gizi dan manajemen SPPG tetap menjalankan fungsi pelayanan publik.
“Mereka tetap bekerja dan tetap menerima gaji. Tugas mereka di SPPG bukan hanya soal masak-memasak, tetapi juga memberikan layanan konsultasi gizi bagi masyarakat. Jadi fungsi edukasi gizi tetap berjalan meski dapur belum beroperasi,” jelas Isnan saat memberikan keterangan, Senin (27/4).
Baca Juga: Sejumlah Dapur MBG di Mataram Ditutup, Gara-gara Cuma Dilengkapi Penangkap Lemak!
Hal ini berbeda dengan nasib tenaga lapangan atau juru masak. Mengingat sistem penggajian mereka mengikuti jam kerja aktual (daily worker), ketiadaan aktivitas memasak otomatis membuat mereka tidak mendapatkan penghasilan harian selama masa penutupan sementara.
Hingga saat ini, dari total 15 unit yang sempat dihentikan operasionalnya, sudah ada delapan unit yang kembali melayani siswa setelah mengantongi izin dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Namun, tujuh unit sisanya masih harus berbenah.
Kendala utama yang dihadapi ketujuh dapur tersebut mencakup dua hal krusial:
1. Perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Penyesuaian agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
2. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS): Pemenuhan standar kesehatan dan keamanan pangan.
“Perbaikan IPAL adalah kewajiban hukum yang tidak bisa ditawar. Ini komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas dari segala sisi, baik kesehatan maupun lingkungan,” tegas Isnan.
Baca Juga: Belasan Dapur MBG Mataram Ditutup, Aliran Dana Dihentikan!
Di sisi lain, perkembangan program Makan Bergizi Gratis di Mataram menunjukkan tren positif dari segi kuantitas. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengungkapkan adanya penambahan jumlah titik layanan.
“Ada progres signifikan, dari 54 kini menjadi 63 dapur MBG di Kota Mataram,” ujar Martawang.
Pemkot Mataram melalui Korwil kota hingga kecamatan berkomitmen melakukan pemantauan intensif. Target utamanya adalah menjamin keamanan pangan dan standar gizi bagi anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui di wilayah tersebut.
Editor : Pujo Nugroho