Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Dingin, Kasus ISPA Anak Meningkat 10 Persen

Chia • Kamis, 4 Juni 2026 | 19:20 WIB

 

 

Cuaca Dingin, Kasus ISPA pada Anak Meningkat 10 Persen
Cuaca Dingin, Kasus ISPA pada Anak Meningkat 10 Persen

 

LombokPost - Perubahan cuaca yang memasuki musim dingin di wilayah Kota Mataram mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat adanya tren peningkatan kunjungan pasien yang mengeluhkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, dan pilek di sejumlah Puskesmas, terutama pada kelompok anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes Kota Mataram Dewi Ayu Murniati, membenarkan adanya lonjakan kasus tersebut sejak akhir Mei lalu. Berdasarkan laporan awal yang diterima dari jejaring Puskesmas, peningkatan kasus ISPA di awal musim dingin ini berada di kisaran 10 persen.

"Informasi dari Puskesmas memang ada peningkatan kasus ISPA di awal-awal musim dingin ini. Perkiraan peningkatannya sekitar 10 persen," kata Dewi Ayu Murniati. 

Baca Juga: Kasus ISPA di Lombok Tengah Meningkat, Penderita Didominasi Balita

Menurut Dewi, perubahan cuaca menuju suhu yang lebih dingin dan peningkatan kelembapan udara menjadi pemicu utama. Kondisi lingkungan seperti ini membuat virus dan kuman menjadi lebih mudah berkembang biak. Sebaliknya, daya tahan tubuh manusia, khususnya anak-anak, cenderung lebih rentan melemah saat menghadapi transisi cuaca tersebut.

"Salah satunya dipicu karena cuaca dingin ini, karena kelembapan udara meningkat. Virus atau kuman itu gampang berkembang kalau kondisi dingin atau imun tubuh sedang lemah," jelasnya.

Sejauh ini, tingkat kunjungan harian di 11 Puskesmas se-Kota Mataram terpantau cukup padat. Dewi memaparkan, rata-rata kunjungan untuk poli dewasa saja berkisar antara 50 hingga 70 pasien per hari.

Baca Juga: Kasus ISPA Terbanyak di Pengadangan Pringgasela Lombok Timur

Angka tersebut bisa melonjak hingga 80 sampai 100 pasien pada hari-hari tertentu, seperti momen setelah libur panjang. Jika diakumulasikan dengan poli anak dan poli gigi, total kunjungan harian di satu Puskesmas dipastikan berada di atas 100 pasien.

Meski pun kunjungan poli dewasa dan poli gigi tetap berjalan normal tanpa lonjakan signifikan, Dikes tetap memberikan perhatian khusus pada poli anak yang mendominasi keluhan ISPA. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan vitamin yang cukup guna mengantisipasi dampak buruk cuaca dingin yang masih berlangsung. (chi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#kasus ISPA #Dikes #cuaca dingin #Dinas Kesehatan #Mataram