LombokPost - Penyaluran bantuan pangan triwulan II untuk alokasi bulan April dan Mei 2026 di Kota Mataram dipastikan molor.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram mengatakan, tersendatnya distribusi beras dan minyak goreng bagi puluhan ribu warga tersebut dipicu oleh kendala teknis logistik pada pengemasan di Perum Bulog.
Kepala DKP Kota Mataram Sudirman menjelaskan, stok komoditas pangan untuk masyarakat sebenarnya aman dan telah tersedia.
Namun, proses distribusi belum bisa berjalan lantaran karung kemasan beras milik Perum Bulog belum kunjung rampung diadakan.
“Kalau minyak goreng dan berasnya sudah oke, tidak ada masalah sama sekali. Tapi karung pembungkus beras itu yang belum clear sampai sekarang,” kata Sudirman.
Hingga saat ini, pihak Perum Bulog diakui belum memberikan tenggat waktu atau target pasti mengenai penyelesaian pengadaan karung kemasan tersebut.
Meski demikian, Sudirman memastikan keterlambatan ini belum memicu gejolak atau keresahan di tengah masyarakat penerima manfaat.
Untuk mengantisipasi munculnya miskomunikasi dan kesalahpahaman di lapangan, DKP bergerak cepat.
Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif sekaligus sosialisasi berkala kepada jajaran pemerintah kecamatan hingga kelurahan mengenai kondisi riil yang terjadi di gudang logistik.
Sudirman memaparkan, penyaluran bantuan pangan untuk periode sebelumnya, yakni alokasi Februari dan Maret 2026, sebenarnya sukses berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.
Kendala baru muncul pada jatah April dan Mei yang seharusnya sudah didistribusikan secara serentak kepada masyarakat pada bulan Mei lalu.
“Seharusnya jatah untuk April-Mei itu sudah dicairkan bulan lalu. Sekarang ini sudah memasuki bulan Juni, yang berarti jatah triwulan kedua memang belum tersalurkan sama sekali ke masyarakat,” bebernya.
Meskipun menghadapi keterlambatan administrasi kemasan, Sudirman mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan pangan.
Ia menegaskan, hambatan yang terjadi murni masalah teknis pengemasan karung, bukan karena menipisnya stok komoditas utama.
DKP berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan pemenuhan kemasan ini.
Koordinasi dengan Perum Bulog akan terus ditingkatkan agar persoalan tersebut segera selesai, sehingga hak masyarakat bisa langsung disalurkan melalui kantor kelurahan setempat.
Sebagai informasi, program bantuan pangan di Kota Mataram saat ini menyasar sebanyak 46.983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dalam realisasinya, setiap KPM berhak membawa pulang paket CPP berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang merupakan akumulasi dari jatah alokasi bantuan selama dua bulan.
Editor : Kimda Farida