LombokPost - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui Program Konservasi Bambu Berkelanjutan, CIMB Niaga melakukan perluasan area tanam dengan menanam pohon bambu di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, NTB.
Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memitigasi bencana alam, tetapi juga dirancang untuk mendukung pengembangan Desa Pemepek menjadi kawasan Eko-Eduwisata yang berbasis masyarakat secara komprehensif.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyatakan, perluasan ke Desa Pemepek ini merupakan hasil kolaborasi dan rekomendasi dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati). Sebelumnya, program konservasi serupa telah diinisiasi di daerah Rarung sejak tahun 2018.
“Kebetulan desa ini sedang membangun Eko-Eduwisata, yang menurut kami akan memberikan banyak manfaat, bukan hanya penanaman tetapi juga memberikan awareness kepada masyarakat,” kata Fransiska, Jumat (26/6).
Baca Juga: CIMB Niaga Perluas Layanan dan Akses Perbankan
Menurut Fransiska, dipilihnya bambu karena keunggulan ekologisnya yang luar biasa. Karakteristik akar rimpang yang lebat mampu menahan erosi dan memitigasi risiko tanah longsor di tebing. Akar bambu juga berfungsi layaknya spons yang menyerap dan menyimpan air untuk cadangan di masa kemarau, serta mampu memperbaiki kualitas tanah yang rusak akibat aktivitas seperti pertambangan.
Dari sisi iklim, Fransiska membeberkan bambu memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2) 35 persen lebih tinggi dibandingkan pohon lainnya. Selain itu, bambu juga memberikan nilai tambah ekonomi karena bisa dimanfaatkan untuk makanan, kerajinan, alat musik, hingga material pembangunan infrastruktur seperti rumah dan jembatan.
Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati Rika Anggraini, menjelaskan Indonesia memiliki kekayaan luar biasa dengan 160 jenis bambu yang telah teridentifikasi, dan masih banyak lagi yang belum bernama. Namun, potensi besar bambu seringkali belum dilirik seperti halnya tanaman kelapa yang dikenal kaya manfaat.
“Tugas kami sebagai lembaga mitra CIMB Niaga adalah bagaimana caranya lewat bambu ini kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus meningkatkan ekonomi mereka. Konservasi ini kita lakukan dengan menanam macam-macam jenis bambu agar 160 jenis tadi tidak punah,” kata Rika.
Baca Juga: Pemberdayaan Perempuan di KWT Anggrek di Dusun Kebun Sirih, Desa Pemepek
Rika menambahkan, masyarakat harus diyakinkan bahwa bambu memiliki nilai ekonomi yang tinggi agar mereka tergerak untuk menjaganya. Melalui kemitraan yang telah berjalan selama 14 tahun bersama CIMB Niaga, total bambu yang ditanam di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai lebih dari 115.400 ribu pohon. Khusus di wilayah Lombok pada tahun ini, ditargetkan sekitar 15 ribu pohon bambu tertanam.
“Untuk memperkuat kapasitas warga, kami juga mendorong program pembelajaran bersama. Kami membawa perwakilan masyarakat ke Bali untuk melihat langsung area ekowisata bambu di sana. Jadi pintu masuknya memang dari bambu, tetapi sasarannya berkembang menjadi program desa yang komprehensif, mencakup ekowisata hingga kuliner," jelasnya.
Lebih lanjut, Rika memaparkan perluasan program di Desa Pemepek ini terus berkembang dinamis seiring kebutuhan di lapangan. Jika awalnya hanya fokus pada penanaman, kini program telah menyentuh aspek hilirisasi dan pemulihan lahan kritis.
Pihaknya telah mendatangkan ahli bambu dari Universitas Udayana untuk melatih ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat dalam mengolah bambu tabah, jenis bambu yang terkenal dengan rebungnya yang lezat dan bergizi tinggi, termasuk potensi pemanfaatan daun bambu untuk diolah menjadi teh. Selain itu, perluasan tanam juga diarahkan untuk memulihkan (recovery) lahan kritis bekas galian C.
"Kunci keberhasilan program ini adalah semangat yang luar biasa dari kelompok masyarakat dan pemerintah setempat. Di sisi lain, ini adalah proses pembelajaran tiga pihak. Kami belajar, CIMB Niaga belajar, dan masyarakat juga belajar, sehingga tercipta kolaborasi yang berjalan beriringan," pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji