Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Stok Solar NTB Aman, Antrean Pengisian di SPBU Masih Lengang

Geumerie Ayu • Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:37 WIB
MASIH AMAN: Petugas sedang mengisikan solar ke sebuah kendaraan angkutan umum di SPBU Selagalas, Kota Mataram, Jumat (26/6). (IVAN/ LOMBOK POST)
MASIH AMAN: Petugas sedang mengisikan solar ke sebuah kendaraan angkutan umum di SPBU Selagalas, Kota Mataram, Jumat (26/6). (IVAN/ LOMBOK POST)

LombokPost – Di tengah bayang-bayang kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah wilayah Indonesia, kondisi NTB terpantau kondusif.

Aktivitas pengisian BBM jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih berjalan normal. Belum ada drama antrean panjang yang mengular.

Pantauan Lombok Post di sejumlah SPBU, belum terlihat adanya penumpukan kendaraan yang antre.

Baca Juga: Viral di Vietnam, Film Horor Phi Phong The Blood Demon Siap Teror Bioskop Indonesia, Tayang Mulai Hari Ini

Sejumlah sopir angkutan logistik dan barang mengaku masih mudah mengakses solar untuk mendukung mobilitas pekerjaan harian.

“Masih normal seperti biasanya,” kata Dedi Setiawan, seorang sopir truk ekspedisi antar-pulau yang kerap melintasi jalur darat Lombok hingga Sumbawa.

Pria yang sehari-hari membawa muatan logistik ini mengaku bersyukur aktivitas distribusinya sama sekali tidak terhambat masalah bahan bakar.

Baca Juga: Jimny XL Rhino Edisi Khusus dan Terbatas Jadi Buruan Kolektor  

Alhamdulillah, beberapa hari ini belum pernah dapat antrean panjang di SPBU wilayah Lombok maupun Sumbawa,” ujar Dedi saat ditemui di salah satu SPBU di Kota Mataram, Jumat (26/6).

Namun menurut Dedi, cerita berbeda ketika dirinya harus mengantarkan muatan keluar dari  NTB.

Menurutnya, kesulitan mengakses solar justru kerap menghadang saat truknya mulai memasuki provinsi lain.

Baca Juga: Mitsubishi Motors Lakukan Penyegaran Unit eK Cross EV

Di beberapa titik jalur ekspedisi luar daerah, stok solar sering kali kosong, hingga memaksa para sopir bermalam di SPBU demi menunggu truk tangki pasokan datang.

Kondisi mandeknya pasokan di luar daerah tersebut secara otomatis memukul manajemen waktu para sopir.

"Kalau solar kosong, imbasnya ke operasional jadi terlambat dari jadwal biasanya. Kadang ada konsumen yang komplain karena barang terlambat sampai, tapi mau bagaimana lagi, kondisinya memang begitu di luar daerah," keluh Dedi.

Senada, Ramdan, seorang sopir angkutan hasil panen petani lokal, juga mengaku perjalanan mengangkut komoditas pertanian di dalam pulau relatif lancar berkat ketersediaan solar yang stabil.

Baca Juga: JETOUR T1, SUV Berteknologi Hybrid Adaptif dan Cerdas

Meskipun lajur pengisian solar terlihat lengang dan tertib, pemandangan kontras justru terjadi pada lajur pengisian BBM jenis pertalite.

Di lokasi yang sama, antrean panjang kendaraan, khususnya roda dua memadati area pengisian BBM subsidi seharga Rp 10.000 per liter tersebut.

Puluhan kendaraan roda dua terlihat berjejer rapi hingga keluar ke area jalan utama SPBU untuk mengantre giliran.

Baca Juga: Pesona Pulau Kenawa, Surga Kecil di Sumbawa Barat

Fenomena ini diduga dipicu tingginya volume pemakaian kendaraan masyarakat yang bergeser ke BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup jauh dengan varian nonsubsidi.

Menanggapi dinamika kebutuhan energi di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat untuk memastikan psikologi pasar tetap tenang.

Pertamina menjamin seluruh stok BBM, khususnya jenis gasoil atau solar di NTB berada dalam posisi aman dan tercukupi.

Baca Juga: Kulineran Ikan Bakar Murah dan Lezat di Loang Baloq

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, seluruh infrastruktur distribusi energi dari terminal BBM hingga ke SPBU ujung telah disiagakan penuh.

Tim Pertamina di tingkat daerah juga terus memantau pergerakan penyaluran secara langsung agar tidak terjadi kekosongan tangki pendam.

"Untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Kami juga melakukan pengecekan sarana dan fasilitas (sarfas) SPBU secara intensif, berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM demi memastikan hak konsumen terpenuhi dengan baik," terangnya.

Berdasarkan data Pertamina per Maret 2026, rata-rata konsumsi harian gasoil atau solar di wilayah NTB menyentuh angka 441 kiloliter (KL) per hari.

Baca Juga: Gerai iBox Apple Premium Partner Hadir di Lombok Epicentrum Mall

Manajemen distribusi yang terukur serta pengawasan QQ yang ketat, Pertamina optimis kebutuhan bahan bakar transportasi logistik dan pertanian di NTB akan tetap terjaga.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#spbu #angkutan logistik #pertamina #NTB #Solar