LombokPost - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Mikro (Disperinkop UKM) Kota Mataram terus mematangkan komitmennya dalam memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan.
Untuk mendorong kemandirian para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sekaligus mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat, Disperinkop UKM menyerahkan 90 paket bantuan peralatan pembuatan kue.
Penyerahan paket stimulan ini menyasar para pelaku usaha mikro di enam kecamatan yang tersebar di Kota Mataram.
“Kami sudah serahkan 90 paket bantuan pembuatan kue kepada 90 orang peserta dari enam kecamatan se-Kota Mataram,” kata Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan.
Jemmy menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut tidak dilakukan secara instan atau tanpa bekal dasar.
Seluruh penerima manfaat yang berjumlah 90 orang dipastikan telah melewati proses pembinaan dan pelatihan pembuatan kue secara bertahap.
Skema pelatihan dirancang secara sistematis dengan membagi peserta ke dalam beberapa gelombang kerja, di mana setiap tahapannya diikuti oleh 30 orang peserta secara fokus.
Baca Juga: Disperinkop Mataram Bagi-Bagi Takjil Produk UMKM
Selama masa diklat tersebut, para peserta tidak hanya dicekoki oleh materi teori, melainkan juga dibekali praktik langsung pembuatan dasar-dasar aneka kue.
Mereka diperkenalkan secara mendalam terhadap karakteristik bahan baku produk yang digunakan.
Hal ini bertujuan strategis agar para perajin lokal memiliki modal pengetahuan mumpuni untuk terus berinovasi dalam menciptakan variasi kue baru yang kompetitif di pasaran.
Jimmy berharap, pasca-pelatihan dan pendistribusian stimulan sarana ini.
Dengan adanya modal bantuan alat yang memadai, para alumni pelatihan diharapkan mampu membuka lapangan usaha mandiri, menggenjot kapasitas produksi harian, serta memiliki daya saing yang kuat agar bisa menjadi UKM yang naik kelas secara bertahap.
“Para peserta yang ikut pelatihan ini latar belakangnya sangat variatif. Ada yang memang sudah memiliki basis usaha berjalan dan ingin berkembang, ada yang baru mulai merintis usaha kecil-kecilan, dan ada pula yang benar-benar memulainya dari nol,” urainya.
Paket bantuan peralatan yang didistribusikan pun disesuaikan dengan kebutuhan riil operasional hilir. Salah satu komponen utamanya berupa mesin pengaduk bahan roti atau mixer standar produksi. Stimulan ini disiapkan sebagai bentuk dukungan serta stimulus taktis dari pemerintah daerah demi merangsang gairah para peserta agar segera menggenjot roda usaha mereka tanpa kendala teknis.
Meski bantuan alat telah berada di tangan masyarakat, Disperinkop menegaskan tidak akan melepas para pelaku UKM begitu saja di pasar bebas.
Fungsi kontrol pasca-bantuan tetap menjadi prioritas utama dinas melalui sistem monitoring yang berkesinambungan.
“Kami juga tetap melakukan pengawasan ketat dan pendampingan melekat bagi para peserta. Jika dalam perjalanannya nanti ditemukan kendala operasional, manajerial, atau teknis, silakan konsultasikan langsung ke kantor kami,” tegasnya.
Dalam skema pendampingan tersebut, tim fungsional dari Disperinkop UKM dipersiapkan untuk memfasilitasi aspek krusial hulu-hilir, mulai dari strategi promosi, proses digitalisasi pemasaran, standardisasi pengemasan atau packaging, manajemen pemasaran meluas, tata kelola keuangan, hingga mencarikan mitra usaha yang prospektif.
“Ibu-ibu yang tadinya hanya diam saja di rumah, sekarang punya aktivitas baru yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat membantu peningkatan stabilitas ekonomi keluarga secara signifikan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida