Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sambangi Pantai Ampenan, Menko AHY Janji Pelajari Proposal Anti-Abrasi Mataram Senilai Rp240 Miliar!

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 13 Juli 2026 | 06:58 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram Sinta Primasari saat menyambut kedatangan Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di pantai Boom Ampenan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram Sinta Primasari saat menyambut kedatangan Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di pantai Boom Ampenan.

 

LombokPost – Harapan warga Ampenan untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat menangani abrasi yang kian parah mendapat angin segar. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan akan mempelajari secara lebih mendalam kondisi abrasi yang selama ini mengancam kawasan pesisir Kota Mataram tersebut. 

“Terkait isu abrasi, saya tentu harus pelajari lebih detail apa yang terjadi di Mataram,” ungkap AHY di Pantai Ampenan, Jumat (10/7). 

Komitmen tersebut disampaikan AHY saat menjawab pertanyaan wartawan. Mengenai penanganan abrasi di sepanjang Pantai Ampenan usai menghadiri Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri di NTB yang diadakan DPC Partai Demokrat Kota Mataram. 

Meski belum menerima laporan secara rinci, AHY menegaskan persoalan abrasi pantai harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.

Ia menekankan harus mampu melindungi masyarakat dari ancaman bencana. “Kita memang harus serius benar mengawal pembangunan infrastruktur yang bertujuan mencegah terjadinya bencana akibat abrasi pantai,” ujarnya.

Ia menjelaskan ancaman kawasan pesisir kini semakin kompleks. Selain abrasi, sejumlah daerah juga menghadapi persoalan penurunan muka tanah (land subsidence), dampak krisis iklim, hingga kenaikan permukaan air laut. 

Seluruh persoalan tersebut menjadi tantangan ekologis. Harus diantisipasi melalui kebijakan pembangunan yang terencana.

Karena itu, pemerintah perlu melakukan pemetaan dan identifikasi secara menyeluruh. Terutama pada kawasan-kawasan rawan bencana pesisir. 

Penanganannya juga harus dilakukan secara terpadu. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga: Empat Qari Internasional Semarakkan Haflatul Qur’an Babakan Sayo

“Kita harus mapping dengan baik, kita harus identifikasi, tetapi prinsipnya seperti itu,” katanya.

Putra sulung Presiden ke 6 Soesilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, pembangunan infrastruktur ke depan harus mengedepankan aspek mitigasi bencana. Menurutnya, tujuan pembangunan bukan sekadar menghadirkan gedung atau fasilitas baru, tetapi memastikan kawasan terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan.

“Karena pada akhirnya masyarakatlah yang akan mendapatkan dampaknya,” tegasnya.

Pernyataan AHY tersebut sejalan dengan upaya yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota Mataram. Saat ini pemkot masih menunggu tindak lanjut pemerintah pusat atas usulan pembangunan pelindung pantai berupa breakwater atau riprap senilai sekitar Rp 240 miliar yang diajukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Program tersebut diprioritaskan untuk melindungi kawasan pesisir. Antara lain Pondok Prasi, Bintaro, Mapak, hingga Tanjung Karang yang mengalami abrasi cukup parah.

Data Dinas PUPR Kota Mataram menunjukkan abrasi di beberapa titik telah menggerus garis pantai lebih dari satu meter setiap tahun. Di kawasan Pondok Prasi, jalan lingkungan telah hilang diterjang gelombang, sementara sejumlah rumah warga ikut terdampak.

Dalam kesempatan yang sama, AHY menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan aktivitas pengerukan bukit di kawasan Mandalika, ia menegaskan setiap kegiatan pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan daya dukung lingkungan.

“Kita harus pastikan kita mencegah segala bentuk kerusakan. Aktivitas ekstraktif tidak boleh menjadi eksploitasi yang berlebihan dan merusak alam, apalagi menimbulkan bencana di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut AHY, langkah terbaik menjaga lingkungan adalah mencegah kerusakan sejak awal. Bukan memperbaiki kondisi setelah bencana terjadi.

“Yang paling penting adalah mencegah sebelum kerusakan itu terjadi,” tandasnya.

Baca Juga: Wali Kota Mohan Roliskana Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga di RTH Pagutan

Sebagai informasi kehadiran AHY di pantai Ampenan Kota Mataram dalam rangka, menghadiri Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri. Digelar Partai Demokrat sebagai rangkaian peringatan HUT ke-25 partai yang akan diperingati pada 9 September 2026. 

Gerakan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Termasuk di Kota Mataram melalui berbagai kegiatan sosial, lingkungan, seni, olahraga, budaya, dan kemasyarakatan.

Menurut AHY, Indonesia merupakan negara yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa sehingga harus dijaga bersama. Di NTB tak terkecuali Kota Mataram dinilai memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia. Aset penting bagi pembangunan daerah.

“Tentu kita ingin dan harus menjaga ini semua agar lingkungan kita tetap bersih, langit biru, artinya tidak terjadi polusi dan semuanya bersih. Itu akan membuat hidup kita semakin nyaman, sehat, dan tentunya berkeadaban,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Lingkungan yang bersih akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong berkembangnya ekonomi kreatif dan pelaku UMKM.

“Kita berharap dengan mendorong sektor pariwisata, ini juga akan membangkitkan ekonomi lokal, ekonomi kreatif, termasuk para pelaku UMKM,” ujarnya.

Karena itu, Partai Demokrat akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri, terutama generasi muda dan kalangan pelajar. Menurut AHY, budaya hidup bersih harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Dengan kebersihan itu akan melahirkan sebuah suasana kehidupan yang baik,” katanya.

AHY berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Namun menjadi karakter yang terus melekat pada seluruh kader Demokrat di mana pun berada.

“Mudah-mudahan ini terus menjadi semangat kita, saya ingin ini menjadi salah satu karakter para kader Demokrat di mana pun berada,” pungkasnya.

Baca Juga: FESyar KTI 2026 Ditutup, Bank Indonesia Catatkan Omzet Melampaui Target, BMT Insan Samawa Juara 1 Nasional

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram Sinta Primasari, menyambut baik komitmen Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang akan mempelajari persoalan abrasi di Ampenan. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi Harapan Baru bagi masyarakat yang selama ini terdampak abrasi.
Sinta yang juga anggota Komisi 3 Bidang Infrastruktur DPRD Kota Mataram ini mengatakan abrasi di kawasan Pantai Ampenan bukan lagi sekadar persoalan lingkungan. Namun telah mengancam permukiman warga, infrastruktur, hingga potensi wisata pesisir. 

Karena itu, ia berharap usulan penanganan yang telah diajukan Pemerintah Kota Mataram dapat memperoleh perhatian pemerintah pusat. Beliau (AHY, Red) sudah menyampaikan akan mempelajari kondisi abrasi di Mataram,” tekannya, optimis. 
Ia menambahkan, semangat Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri yang diinisiasi Partai Demokrat tidak hanya diwujudkan melalui aksi bersih-bersih lingkungan. Namun juga melalui komitmen mendorong kebijakan yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bencana ekologis.

“Kami tentu berharap itu menjadi langkah awal agar penanganannya bisa mendapat dukungan pemerintah pusat, karena masyarakat pesisir sudah cukup lama menunggu solusi permanen,” ujarnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #abrasi ampenan #Demokrat #ahy #Langit Biru