LombokPost – Dinas Sosial Kota Mataram terus memperkuat upaya penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), konseling, serta kampanye sosial. Kegiatan yang digelar di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, itu bertujuan meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pemberdayaan PMKS.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan kesejahteraan sosial sekaligus mengenalkan layanan yang disediakan pemerintah bagi PMKS,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad, Rabu (9/7).
Menurutnya, penanganan persoalan sosial tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat agar proses pemulihan maupun pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih optimal.
“Kami ingin membangun kesadaran penanganan PMKS adalah tanggung jawab bersama. Peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan keberhasilan proses pendampingan,” ujarnya.
Selain penyampaian materi edukatif, peserta juga mendapatkan layanan konseling. Bertujuan memberikan motivasi, pendampingan, serta solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Konseling menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi secara langsung sehingga persoalan yang dihadapi bisa dicarikan jalan keluarnya melalui pendekatan yang tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kampanye sosial juga menjadi bagian penting. Mengurangi stigma terhadap PMKS sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kampanye sosial ini kami ingin menumbuhkan empati masyarakat sehingga penyandang masalah kesejahteraan sosial tidak dikucilkan, tetapi mendapat dukungan untuk bangkit dan mandiri,” katanya.
Baca Juga: Sambangi Pantai Ampenan, Menko AHY Janji Pelajari Proposal Anti-Abrasi Mataram Senilai Rp240 Miliar!
Ke depan, Dinas Sosial akan terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah Kota Mataram. Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga Kota Mataram dapat menjadi kota yang lebih peduli, inklusif, dan berkeadilan sosial bagi seluruh warganya,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post