Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hasil FGD Dinas PUPR: Strategi Pemkot Mataram Amankan Sumber Air Bersih Masa Depan

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 13 Juli 2026 | 07:23 WIB
Suasana Focus Group Discussion (FGD) I pada 10 Juni 2016 dipimpin langsung Kepala Dinas PUPR Lale Widiahning. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya merumuskan arah kebijakan penyediaan air minum yang berkelanjutan.
Suasana Focus Group Discussion (FGD) I pada 10 Juni 2016 dipimpin langsung Kepala Dinas PUPR Lale Widiahning. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya merumuskan arah kebijakan penyediaan air minum yang berkelanjutan.

 

LombokPost – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai menyusun Dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah (JAKSTRADA) Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) I yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya merumuskan arah kebijakan penyediaan air minum yang berkelanjutan.


“FGD ini menjadi langkah awal penyusunan JAKSTRADA SPAM sebagai pedoman pembangunan sistem penyediaan air minum di Kota Mataram. Dokumen ini akan menjadi arah kebijakan yang terukur dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, Kamis (9/7).


FGD telah berlangsung pada 10 Juni  di Aula Dinas PUPR Kota Mataram. Menghadirkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram, instansi Pemerintah Provinsi NTB, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air.


Lale mengatakan, penyusunan JAKSTRADA SPAM menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Menjamin terpenuhinya hak masyarakat atas akses air minum yang aman dan layak.


“Yang ingin kami pastikan adalah masyarakat memperoleh pelayanan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan. Karena itu, penyusunan JAKSTRADA SPAM menjadi sangat penting sebagai acuan pembangunan ke depan,” tegasnya.


Menurutnya, penyediaan air minum merupakan urusan yang melibatkan banyak sektor. Karena itu, penyusunan dokumen strategi tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.


“Dibutuhkan kolaborasi seluruh OPD terkait, pemerintah provinsi, hingga para pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan,” jelasnya.


Melalui forum diskusi tersebut, pemerintah juga akan menyelaraskan berbagai regulasi dan program yang telah berjalan. Sekaligus memetakan potensi sumber daya air yang dikembangkan memenuhi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.


“Kami ingin memiliki roadmap yang jelas, mulai dari pemetaan potensi sumber air, kebutuhan masyarakat, hingga strategi pengembangan sistem penyediaan air minum dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga: Turun Langsung ke Mandalika, Kadinsos Muzakkir Walad Sebut PMKS Tanggung Jawab Bersama!


Hasil penyusunan JAKSTRADA SPAM nantinya diharapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Meningkatkan kualitas layanan air minum di Kota Mataram.


“Harapan kami, dokumen JAKSTRADA SPAM ini menjadi acuan bersama untuk mewujudkan pelayanan air minum yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #jakstrada #air bersih #PUPR Mataram #lale widiahning