LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram optimis mampu melampaui target pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2026 hingga menembus angka 106 persen atau setara Rp 30 miliar pada akhir tahun nanti.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan mengungkapkan, berdasarkan pemetaan potensi pada semester pertama tahun ini, akumulasi pendapatan BLUD Puskesmas secara keseluruhan telah menyentuh angka 53 persen.
“Dari target awal sebesar Rp 28,281 miliar di tahun 2026 ini, mudah-mudahan kita bisa mencetak realisasi hingga 106 persen atau sekitar Rp 30 miliar di akhir tahun,” katanya.
Ditambah lagi dengan performa luar biasa Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Mataram yang realisasinya meroket hingga 171 persen hanya dalam kurun waktu satu semester.
“Itu dari target Rp 200 juta,” jelasnya.
Baca Juga: Kisruh Gaji Karyawan RS Risa Mataram, Dikes Sodorkan 4 Poin Komitmen dan Soroti Transparansi
Untuk mengejar sisa target di sektor hilir seperti Puskesmas, Emirald menegaskan pihaknya fokus pada penguatan tiga pilar utama. Yakni pemenuhan sarana-prasarana, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan penciptaan inovasi pelayanan yang adaptif.
Apalagi, sistem pendapatan Puskesmas sangat bergantung pada skema kapitasi BPJS Kesehatan, yang menyumbang rata-rata 90 persen dari total pemasukan instansi.
“Jadi semakin banyak yang bergabung menjadi bagian dari kapitasi, itu meningkatkan income,” jelasnya.
Strategi unik juga diterapkan lewat efisiensi anggaran internal. Dikes menggeser fokus pada penguatan program promotif dan preventif demi menekan angka kesakitan di tengah masyarakat.
Emirald menyebut, semakin sehat masyarakat, maka semakin sedikit klaim kuratif yang menghabiskan sumber daya keuangan.
“Karena semakin banyak yang kita layani menghabiskan sumber daya, maka semakin sedikit anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan,” terangnya.
Langkah saving atau penghematan dana operasional dari penurunan angka kesakitan ini nantinya akan dialihkan kembali untuk membiayai pemenuhan fasilitas medis serta pengembangan kualitas pelayanan jangka panjang.
Sisa pendapatan lainnya di luar BPJS juga terus dikerek melalui optimalisasi pasien umum dan diversifikasi layanan kesehatan baru di seluruh jaringan Puskesmas se Kota Mataram.
“Karena kan rata-rata kita ini 90 persen sumber pendapatan itu dari BPJS,” jelasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan