Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tom Morello Ungkap Kenyataan Pahit di Balik Batalnya Tur Rage Against The Machine 2022

Alfian Yusni • Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:31 WIB
Tom Morello menyinggung kemungkinan Rage Against The Machine kembali tampil di masa depan. (Foto: instagram)
Tom Morello menyinggung kemungkinan Rage Against The Machine kembali tampil di masa depan. (Foto: instagram)

LombokPost - Tom Morello kembali merefleksikan kondisi Rage Against The Machine (RATM) saat tur reuni mereka di tahun 2022.

Kala itu, band legendaris asal Los Angeles ini harus menghadapi kenyataan pahit dengan membatalkan sebagian besar konser bertajuk Public Service Announcement Tour.

Tur Rage Against The Machine 2022 awalnya dijadwalkan berlangsung dari Juli 2022 hingga April 2023, dengan total 51 pertunjukan di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa.

Namun, dari jumlah itu, RATM hanya mampu menyelesaikan 19 pertunjukan di AS sebelum akhirnya sisanya dibatalkan.

Dalam wawancara dengan stasiun radio Chicago Q101, dikutip dari NME, Kamis (21/8), Tom Morello mengaku kondisinya bahkan tidak cukup baik sebelum tur dimulai.

“Ironisnya, menjelang tur itu, tendon Achilles saya robek. Jadi saya berlatih dengan kruk,” ungkap gitaris berusia 61 tahun itu.

Bagi Morello, tampil di atas panggung saat tur Rage Against The Machine 2022 terasa seperti menghadapi operasi jantung terbuka.

Namun semangatnya membuat konser tetap berjalan. “Pertunjukan harus tetap berjalan,” tegasnya.

Sayangnya, masalah semakin rumit ketika sang vokalis, Zack de la Rocha, mengalami cedera tendon Achilles.

Kondisi itu membuat band tak punya pilihan selain mengakhiri tur lebih cepat. “Kami menyelesaikan tur AS lalu dengan sedih membatalkan semua acara lainnya setelah itu,” ujar Morello.

 

Meski demikian, Tom Morello tetap memandang tur Rage Against The Machine 2022 sebagai salah satu momen berharga.

Bahkan ketika Zack tampil duduk di atas panggung, konser itu disebut sebagai beberapa pertunjukan terbaik RATM yang pernah ada.

“Kami mengakhirinya dengan lima malam tiket terjual habis di Madison Square Garden. Jika itu yang terakhir, maka itu cara luar biasa untuk mengakhirinya,” katanya.

Lebih jauh, Morello menyinggung kemungkinan Rage Against The Machine kembali tampil di masa depan.

Menurutnya, hal itu selalu fluktuatif dan sulit diprediksi. “RATM selalu berada dalam situasi yang fluktuatif.

Tapi musik ini tetap hidup. Lagu-lagu Rage Against The Machine masih berarti bagi saya dan banyak orang,” pungkasnya.

Tur Rage Against The Machine 2022 mungkin berakhir lebih cepat dari yang direncanakan, namun warisan musik mereka tetap menginspirasi generasi baru.

Dari panggung Madison Square Garden hingga harapan masa depan, RATM masih menyimpan nyala api yang sulit padam. (***)

Editor : Alfian Yusni
#band legendaris #Rage Against The Machine #RATM #Tom Morello