Kapal-kapal pesiar lain yang akan datang ke NTB bukan dari China, Iran, Italia dan negara yang terjangkit wabah Korona. ”Saya berharap media membantu agar masyarakat tenang menghadapi situasi yang sulit ini,” imbuhnya.
Rencananya, pagi ini, kapal pesiar Columbus akan sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar. Dia membawa penumpang 1.300 orang. Pemerintah menjamin, prosedur pemeriksaan sama ketatnya dengan kapal Albatros yang sandar, pagi kemarin.
Dia menyesalkan, publik menganggap semua kapal pesiar seolah-olah membahayakan. Padahal tidak seperti itu. ”Kan sama saja dengan mobil dan pesawat, yang penting proteksi dan pengecekan,” katanya.
Rohmi menjelaskan, kapal pesiar Viking Sun ditolak beberapa daerah karena ada penumpangnya terindikasi terjangkit virus Korona. Meski akhirnya dinyatakan negatif, daerah tidak mau ambil risiko, sehingga Semarang dan Surabaya menolak, termasuk NTB. ”Tapi jangan sampai kita mengeneralisir seolah-olah semua kapal pesiar itu berbahaya,” kata Rohmi.
Rencananya, tahun ini NTB akan dikunjungi 28 kapal pesiar selama setahun. Kapal Albatros merupakan kapal keenam tahun ini. Artinya masih ada 22 kapal lain yang akan menyusul ke NTB hingga Desember mendatang.
Kapal pesiar, kata Rohmi, sama dengan pesawat yang membawa penumpang asing ke NTB setiap hari. ”Saya mendapatkan penjelasan dari KKP dan Pelindo, betapa kapal pesiar ini pengecekannya luar biasa, berlapis-lapis,” ujarnya.
Dengan pemeriksaan ketat, pemerintah menjamin, penumpang yang turun dalam kondisi sehat. Itulah yang dilakukan terhadap penumpang kapal pesiar Albatros di Pelabuhan Gili Mas. ”Sudah dilakukan pemeriksaan sehingga dibolehkan bersandar,” jelasnya.
Sebelum kapal sandar, 10 orang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram naik ke kapal melakukan pemeriksaan. Selain penumpang, anak buah kapal juga diperiksa kesehatannya. Ketika hendak turun penumpang kembali diperiksa.
Ketika turun, para penumpang pun diarahkan tidak ke pusat-pusat keramaian. Kemarin, penumpang kapal Albatros hanya jalan-jalan ke Museum NTB dan Hotel Killa Senggigi.
Artinya, rute kunjugannya jelas, pergerakan mereka juga dikawal. Di lokasi kunjungan sudah jelas siapa yang akan menerima. ”Kita awasi secara senyap, kita juga harus menghargai tamu kita,” katanya.
Wagub Rohmi meminta, semua pihak bijak menghadapi situasi saat ini. Di satu sisi keselamatan masyarakat menjadi yang utama. ”Tetapi di sisi lain jangan sampai pariwisata NTB terpuruk karena isu Korona,” harapnya.
Dia juga meminta masyarakat tidak percaya sama hoax tentang virus Korona. ”Karena itu dapat merusak akal sehat kita dalam menyikapi persoalan tersebut,” tandasnya.
Kepala KKP Kelas II Mataram dr I Wayan Diantika menjelaskan, jumlah anak buah kapal Albatros yang diperiksa sebantak 313 orang dan penumpang 377 orang. Jumlah penumpang yang turun hingga siang kemarin 170 orang. ”Mereka semua sudah diperiksa,” katanya.
Setelah dinyatakan sehat, baru mereka mengizinkan penumpang kapal turun. KKP tidak mungkin mengizinkan penumpang sakit turun jalan-jalan ke Lombok. (ili/r2)
Editor : Administrator