Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN Tegaskan Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik

Redaksi Lombok Post • Kamis, 9 April 2020 | 13:11 WIB
PELANGGAN BARU: Petugas PLN memasang meter listrik di salah satu perumahan di Lombok Barat.
PELANGGAN BARU: Petugas PLN memasang meter listrik di salah satu perumahan di Lombok Barat.

MATARAM-Sebanyak 868.552 pelanggan PLN di NTB mendapatkan keringanan tagihan listrik dan token gratis. ”PLN ikut meringankan beban masyarakat selama pandemi Covid-19 ini,” kata Fauzi Arubusman, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW NTB, kemarin (8/4).


Pelanggan tersebut terdiri 566.253 pelanggan daya 450 VA dan 302.299 pelanggan daya 900 VA tarif subsidi. ”Semuanya merupakan pelanggan rumah tangga yang terdaftar di basis data terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan,” katanya.


Dari jumlah tersebut, 588.166 pelanggan prabayar dan 280.386 pelanggan pascabayar. Pelanggan prabayar akan mendapatkan token gratis sebesar pemakaian listrik tertinggi dalam tiga bulan terakhir. ”Untuk pelanggan pascabayar daya 450 VA, tidak perlu lagi membayar tagihan,” jelasnya.


Sedangkan untuk daya 900 VA subsidi, langsung mendapatkan potongan diskon 50 persen pada tagihan rekening listriknya. ’Kebijakan berlaku hingga tiga bulan ke depan, April, Mei, dan Juni,” jelasnya.


Untuk mendapatkan token gratis, pelanggan dapat langsung mengakses website PLN, www.pln.co.id atau melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp ke nomor 08122-123-123. Cukup memasukkan ID pelanggan atau nomor meter. ”Masyarakat sudah dapat memperoleh 20 digit nomor token gratis untuk dimasukkan ke meter prabayar di rumah masing masing,” jelas Fauzi.


Terkait informasi kenaikan tarif non subsidi, Fauzi menegaskan, hal tersebut tidak benar. ”Tidak ada perubahan untuk tarif non subsidi sampai dengan triwulan II tahun ini,” katanya.


Tarif non subdisi tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2017. Bagi pelanggan yang merasa fluktuasi tagihan rekening listriknya tidak wajar, bisa melakukan pemeriksaan rekening di unit layanan terkait.


Humas PLN NTB Rofia Fitri menambahkan, perhitungan tagihan listrik bulan April menggunakan pemakaian rata-rata tiga bulan terakhir. Itu untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19 petugas baca meter. ”Sehingga kegiatan pembacaan meter bulan April ditangguhkan, hingga kondisi dinyatakan kembali aman,” jelasnya.


Dia berharap kebijakan itu membantu masyarakat dalam melaksanakan physical distancing di rumah. ”Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir,” tandasnya. (ili/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Listrik #token gratis #pln