Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Obat Korona dari Universitas Airlangga Jalani Uji Praklinis

Administrator • Senin, 15 Juni 2020 | 10:17 WIB
SAMPEL: Rencana kemasan obat untuk Covid-19 yang ditemukan dari hasil penelitian Unair bekerja sama dengan BIN dan BNPB. (DOK. BIN)
SAMPEL: Rencana kemasan obat untuk Covid-19 yang ditemukan dari hasil penelitian Unair bekerja sama dengan BIN dan BNPB. (DOK. BIN)
PENGEMBANGAN obat untuk Covid-19 merupakan hasil kerja sama antara Universitas Airlangga dengan Badan Intelijen negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagaimana obat-obat lainnya, lima kombinasi obat itu masih harus menjalani serangkaian uji. Sebelum mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diproduksi masal.

Ketua Litbang Stem Cell Unair Dr.dr Purwati, SpPD, K-PTI, FINASIM belum mau memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pengembangan obat tersebut ke depannya. Dia hanya menjelaskan bahwa saat ini obat tersebut belum tersedia di pasaran.

’’Kombinasi obat-obat tersebut belum diperjualbelikan,’’ terangnya.

Informasi yang diperoleh koran ini, saat ini obat tersebut masih berada di tahapan uji preklinis. Masih ada serangkaian uji yang harus dilalui sebelum mendapatkan restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diproduksi masal. Untuk memastikan bahwa obat tersebut benar-benar aman untuk diberikan kepada pasien Covid-19.

Langkah serupa dilakukan para peneliti dari berbagai negara. Berani mengumumkan meskipun uji coba masih berlangsung. Baik untuk obat maupun calon vaksin. Namun, otoritas di Unair hingga semalam belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tahap-tahap yang akan dilalui untuk menjadi obat yang paten. Alhasil, masih muncul banyak pertanyaan mengenai tindak lanjut pengembangan obat tersebut.

Yang baru bisa dipastikan adalah klaim hasil penelitian yang menunjukkan kelima obat itu mampu mengeliminasi virus SARS-CoV2 dalam waktu 24-72 jam. Selain itu, virus yang dieliminasi adalah jenis SARS-CoV2 yang berkembang di Indonesia. karena penelitian itu menggunakan virus yang berkembang di tanah air.

 

Belum Libatkan BPOM

 

Sementara itu, penelitian lima kombinasi regimen obat tersebut diketahui belum melibatkan BPOM. Menurut Kepala BPOM Penny Lukito, penelitian yang dilakukan masih dalam tahap uji coba pra-klinik pada kultur sel dan dengan hasil pra klinik. Para peneliti pun berjanji akan melanjutkan ke dalam uji klinik. Informasi ini berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam pertemuan dengan beberapa kementerian/lembaga sebelumnya.

Artinya, penelitian terhadap kombinasi obat-obatan tersebut untuk pengobatan Covid 19 belum masuk ke tahap uji klinik. Sementara, klaim sebagai obat hanya bisa dilakukan setelah melewati uji klinik fase 1, 2 dan 3 yang sudah menggunakan pasien manusia.

Nah, semua uji klinik ini harus melewati tahapan evaluasi dari BPOM terkait protokolnya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menilai apakah sudah memenuhi prinsip-prinsip cara uji klinik yang baik dan bagaimana prosedur pelaksanaannya. Juga apakah obat yang akan digunakan memenuhi syarat mutu.

Selain itu, apakah obat tersebut diproduksi di fasilitas yang sudah GMP, serta dosis dan efek samping yang mungkin akan ditimbulkan. Tidak ketinggalan, protokol uji klinik tersebut juga sudah harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Etik.

Apabila hasil evaluasi protokol memenuhi syarat, barulah BPOM akan mengeluarkan izin kepada peneliti untuk memulai penelitian dalam bentuk Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik. Selanjutnya, selama uji klinik berlangsung, BPOM akan melakukan inspeksi ke fasilitas penelitian. Itu untuk memastikan bahwa pelaksanaan uji klinik telah sesuai dengan protokol.

Hasilnya kemudian direview oleh BPOM bersama tim untuk memastikan keamanan, mutu, khasiat, serta benefit (kemanfaatan) melebihi risikonya dari produk yang diuji tersebut. ”Jadi belum bisa dikatakan bahwa kombinasi obat-obat tersebut terjamin berkhasiat dan aman digunakan untuk Covid-19,” ujarnya.

Penny menjelaskan, obat-obatan tersebut sejatinya merupakan bentuk sediaan tunggal yang telah mempunyai khasiat sebagai obat antibakteri/anti virus  HIV dan  obat malaria. Obat-obat ini juga telah mendapat ijin penggunaan emergency sebagai obat untuk penanganan Covid 19. Tetapi, ketika digunakan dalam bentuk kombinasi harus dibuktikan dahulu dengan uji klinik khasiat dan keamanannya saat digunakan bersama-sama dalam dosis yang dibuat tersebut.

Setelah diperoleh data yang valid dari uji klinik obat-obatan tersebut, baru dapat ditarik kesimpulan apakah kombinasi obat-obatan tersebut berkhasiat dan aman digunakan pada pasien Covid 19. ”Jika diklaim sebagai obat Covid 19 dalam kombinasi dalam satu sediaan (gabung) harus melalui uji klinik yang lengkap dulu,” tegasnya.

Namun tata cara untuk pelaksanaan uji klinis obat ini agak berbeda untuk herbal. Beberapa fleksibilitas diberikan bila bahan uji sudah empiris dan sudah memiliki izin edar sebagai Jamu. Fleksibilitas ini diberikan berupa uji pra klinik dapat tidak dilakukan, dosis uji pada manusia dapat menggunakan dosis pada penggunaan empiris, dan dapat langsung dilakukan uji klinik fase II.

Diakuinya, meningkatnya kasus Covid 19 saat ini dan belum ditemukannya obat pencegahan maupun terapi mendorong adanya penggunaan obat bahan alam sebagai salah satu upaya dalam menghadapi Covid 19. Pemanfaatan obat bahan alam ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh, sebagai bagian dari upaya preventif dan upaya meringankan atau meredakan gejala penyakit.

Namun, ketika ada klaim sebagai antivirus corona, dia memastikan bahwa sampai saat ini belum ada produk obat herbal yang disetujui untuk klaim tersebut. ”Klaim sebagai antivirus merupakan klaim tinggi yang memerlukan pembuktian sampai dengan uji klinik,” papar alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Penny mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong setiap penelitian yang dilakukan berbagai instansi termasuk penelitian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). BPOM juga akan melakukan pendampingan pada peneliti dan pelaku usaha sejak penyusunan protokol uji hingga pelaksanaan uji klinik.

 

Produk Jamu

 

Saat ini sendiri, BPOM tengah mendampingi penyusunan protokol penelitian terhadap dua produk jamu yang  telah memiliki nomor ijin edar (NIE) dari BPOM, Deteflu (POM  TR  152388391) dan Cordycep (POM  TR 162397831))  sebagai  immunomodulator  dalam penanganan Covid 19. Di mana penelitian ini juga melibatkan dari peneliti LIPI, PDPOTJI, UGM dan industri PT.Kalbe Farma. Uji klinik ini juga melibatkan dokter di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebagai site uji klinik.

Di sisi lain, mengenai keterlibatan BIN, sejak awal BIN terlibat dalam sejumlah upaya penanganan pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC), BIN ikut bergerak. Selain terlibat dalam upaya tracing kontak dekat pasien, ada pula pengiriman bantuan alat. Salah satunya mobil laboratorium yang dikirim ke Surabaya beberapa waktu lalu.

BIN tampak terlibat dari hulu hingga ke hilir dalam upaya penanganan Covid-19. ’’Ujungnya bagaimana kita bisa melakukan upaya penyembuhan bagi Covid-19 ini,’’ terang Sekretaris Utama BIN Komjen Polisi Bambang Sunarwibowo. Karena itulah, pihaknya bekerja sama dengan Unair untuk secepatnya mengembangkan obat bagi penyembuhan Covid.

Dalam kerja sama dengan Unair, bentuknya adalah penelitian terhadap obat-obat yang sudah tersedia di pasaran. ’’Bagaimana efektivitasnya dalam penyembuhan kepada pasien ciovid-19 ini,’’ lanjut Bambang. Hasilnya, didapatkan lima kombinasi obat yang diklaim mampu mengeliminasi virus SARS-CoV2 sampai tidak lagi terdeteksi dalam tubuh.

Kelima kombinasi obat itu adalah Lopinavir/ritonavir dan azithromicyn; lopinavir/ritonavir doxycycline; lopinavir/ritonavir dan clarithromycin; hydroxychloroquine dan azithromicyn; serta hydroxychloroquine dan doxycycline. ’’Ini sudah diuji pada sel yang mengandung virus Covid-19 khas Indonesia. Terbukti dengan efektivitas yang lebih tinggi dibanding obat lainnya,’’ terang Rektor Unair Prof Mohammad Nasih.

 

Pelibatan TNI

 

Di sisi lain, di era new normal saat ini, prajurit TNI ikut diterjunkan ke lapangan. Seperti di tempat fasilitas publik dan titik keramaian lainnya. Mereka membantu personel di lapangan untuk mendisiplinkan masyarakat. Presiden Joko Widodo meminta prajurit TNI untuk terus membantu pemerintah pusat maupun daerah.

Permintaan tersebut dia sampaikan usai olahraga bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marskal TNI Fadjar Prasetyo di komplek Istana Kepresidenan Bogor kemarin (14/6).

’’(Kepada TNI, Red) untuk terus (membantu, Red) dalam rangka mendisiplinkan masyarakat,’’ kata Jokowi. Supaya masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan wabah Covid-19. Mulai dari kedisiplinan memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak serta menghindari kerumunan banyak orang.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI. Khususnya atas keterlibatannya dalam membantu mendisiplinkan masyarakat selama ini. Dia menegaskan upaya ini harus terus dilakukan. Selain itu Jokowi juga terima kasih kepada TNI yang awal tahun lalu membantu evakuasi WNI. Diantaranya dari Wuhan dan Jepang. ’’Juga beberapa evakuasi ABK kita,’’ tutur dia.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa instansinya bakal terlibat aktif dalam adaptasi kebiasaan baru memasuki kenormalan baru. ”Prajurit TNI AL akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan,” ungkap Yudo kepada awak media melalui keterangan resmi Markas Besar TNI AL kemarin.

Langkah tersebut dilaksanakan oleh TNI AL guna memastikan seluruh masyarakat bisa beraktivitas dan produktif namun tetap aman dari bahaya Covid-19. ”Tentunya TNI Angkatan Laut akan tetap membantu percepatan penanganan Covid-19,” imbuh Yudo. Saat ini, dia menyebutkan bahwa pihaknya tengah berusaha mendisiplinkan masyarakat.

Mantan panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu memastikan, pihaknya tidak akan berhenti melaksanakan upaya-upaya itu. ”Kami juga akan lebih giat lagi. Terutama bagi pasukan yang di lapangan,” kata dia. Pria yang juga pernah bertugas di Komando Armada I tegas menyampaikan bahwa sangat penting mendisiplinkan masyarakat.

Karena itu, butuh sinergi di antara banyak pihak. TNI AL dipastikan menjadi salah satu institusi di garda terdepan yang membantu pemerintah mejalankan upaya mendisiplinkan masyarakat. Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sudah keliling ke beberapa tempat untuk memastikan protokol kesehatan berjalan.

Mulai pasar, mal, sampai pusat-pusat keramaian sudah didatangi oleh pucuk pimpinan TNI dan Polri tersebut. Seluruh jajaran di bawah TNI maupun Polri memang sudah diminta untuk terus bersinergi menyiapkan diri memasuki kenormalan baru. Mereka juga ditugasi membantu pemerintah di berbagai daerah untuk mengawal pelaksanaan kenormalan baru.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo juga menyatakan kesiapan Angkatan yang dia pimpin untuk membantu kegiatan penangan Covid-19. Dia menjelaskan selain ikut terlibat dalam mendisiplinkan masyarakat, TNI juga mendukung pengiriman peralatan kesehatan ke seluruh penjuru tanah air. ’’Kami (TNI AU, Red) juga tetap melaksanakan operasi-operasi udara,’’ tuturnya. Sebab TNI AU tetap harus menjaga kedaulatan wilayah negara.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan kegiatan olahraga bersama Presiden Jokowi untuk menjaga kebugaran. Selain itu dalam kegiatan tersebut ketiga kepala staf Angkatan melaporka apa yang sudah dikerjakan. ’’Kemudian juga apa yang belum, apa yang perlu ditingkatkan, apa yang perlu dibantu,’’ kata dia.

Dalam kesempatan sebelumnya total prajurit TNI ditambah Polisi yang diterjunkan untuk mendisiplinkan masyarakat mencapai 340 ribu perseonel. Mereka diterjunkan di daerah-daerah yang memberlakukan new normal. Umumnya daerah yang memberlakukan new normal ini sebelumnya telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perinciannya adalah ada empat provinsi dan 25 kabupaten serta kota. Meliputi sekitar 1.800 titik keramaian atau objek strategis lainnya. (byu/mia/wan/syn/JPG/r6) Editor : Administrator
#universitas airlangga #Covid-19 #Obat Korona