Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siap-siap, Kekeringan Parah Ancam Lombok-Sumbawa

Administrator • Kamis, 16 Juli 2020 | 14:28 WIB
BUTUH AIR: Sejumlah warga Dusun Bun Beleng Desa Sekotong Timur saat mengambil air bersih dari salah satu sumur yang masih memiliki debit air beberapa waktu lalu.
BUTUH AIR: Sejumlah warga Dusun Bun Beleng Desa Sekotong Timur saat mengambil air bersih dari salah satu sumur yang masih memiliki debit air beberapa waktu lalu.

JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis yang diprediksi akan melanda banyak wilayah Kabupaten/Kota di Jawa, Bali, NTB dan NTT dalam beberapa waktu kedepan.


Dalam peringatan yang dikeluarkan kemarin (15/7), BMKG membagi dampak kekeringan ini menjadi wilayah Waspada, Siaga, serta Awas. Perhitungan kekeringan ini berdasarkan kajian Hari Tanpa Hujan (HTH) yang berkepanjangan serta analisis curah hujan dasarian yang berada di bawah.


Menurut BMKG beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori WASPADA pada 2 dasarian (20 hari) mendatang di antaranya adalah Kota Denpasar di Provinsi Bali. Kabupaten Cianjur dan Cirebon di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Demak dan Karanganyar di Jawa Tengah.


Di Provinsi Jawa Timur, wilayah yang akan mengalami kekeringan adalah Kabupaten Blitar, Gresik, Jember, Kota Surabaya, Lumajangn, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo dan Trenggalek. Di luar Jawa dan Bali, beberapa Kabupaten di Maluku, dan seluruh NTB juga berpotensi mengalami kekeringan.


Beberapa daerah lain diperkirakan akan mengalami kekeringan dengan kategori siaga. Di antaranya adalah Kabupaten Buleleng di Provinsi Bali. Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, dan Sleman di Provinsi DIY, Kabupaten Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah.


Sementara untuk Provinsi Jawa Timur, kekeringan level siaga diperkirakan akan melanda Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, dan Kabupaten Situbondo


Sementara wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas adalah Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Herizal mengungkapkan, kekeringan meteorologis didefinisikan dari 2 parameter. Yang pertama adalah hasil monitoring HTH dengan threshold 21 hari, 1-2 bulan dan lebih dari 2 bulan.


Semakin panjang thresold HTH yang terjadi di suatu wilayah, maka semakin tinggi kategori peringatan yang ditetapkan untuk wilayah tersebut. Sementara parameter kedua kata Herizal, adalah rendahnya prakiraan curah hujan di wilayah tersebut dalam 2 dasarian kedepan. “Prakiraan hujan probabilistik yang kurang dari 20 milimeter per dasarian sampai 2 dasarian kedepan,” jelasnya kemarin.


Herizal melanjutkan, kombinasi dari 2 parameter tadi digunakan utk memberikan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan 3 kriteria Waspada, Siaga dan Awas. ”Kondisi ini biasa dalam musim kemarau.  Yang ini kita coba sampaikan sebagai peringatan dini,” jelasnya.


BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang wilayahnya  berada dalam daftar di atas untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini. Terutama  ancamannya terhadap sektor pertanian, yaitu berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian. Di samping itu, pada sektor lingkungan, yaitu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan dan berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga. (tau/JPG/r6)

Editor : Administrator
#kemarau #krisis air #Headline #Kekeringan #NTB