“Kalian harus tampil sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tampil optimal untuk menciptakan harkamtibmas yang kondusif dan penegakan hukum. Keutamaan dan kehormatan menjadi Polri adalah dicintai dan dipercaya oleh masyarakat,” pesan kapolda dalam upacara tersebut.
Sebelumnya 230 bintara remaja itu mengikuti pendidikan selama tujuh bulan. Terhitung sejak 17 November 2020 sampai 28 Juni 2021.
Upacara penutupan pendidikan dihadiri beberapa pejabat utama Polda NTB. Hadir juga andenzibang 2/IX Korem 162/WB, Kasi BMP Lanud ZAM, Dandenpomal Mataram, perwakilan FKPD Provinsi NTB, Kakesbangpoldagri Lombok Timur, Ketua ASABRI, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari NTB, kapolres/ta jajaran Polda NTB se-Pulau Lombok, dan ketua pengurus Cabang Bhayangkari sePulau Lombok.
Dalam amanatnya, kapolda menyatakan esensi pendidikan pembentukan bintara Polri adalah harus tampil untuk masyarakat agar mereka bisa memercayai personel Polri. “Semoga pangkat kalian berkah untuk diri sendiri, membanggakan orang tua, dan membanggakan institusi Polri, khususnya Polda NTB,” tutup Iqbal.
Untuk diketahui, pendidikan bintara Polri 2 0 2 0 / 2 0 2 1 t e r s e b ut melaksanakan kegiatan pendidikan secara tatap muka sejak 17 November 2020 sampai dengan 12 Desember 2020. Kemudian para siswa dipulangkan ke rumah masing-masing karena pandemi Covid19.
Pendidikan dilanjutkan dengan melakukan pembelajaran jarak jauh. Mereka kembali mengikuti pendidikan tatap muka 20 April sampai 28 Juni 2021.
Setelah upacara penutupan kemarin, para bintara remaja tersebut resmi berpangkat bripda (brigadir polisi tingkat dua). Mereka tampak bahagia meski pelantikannya tidak didampingi orang tua maupun keluarga mengingat adanya penerapan protokol kesehatan. (arl/r1) Editor : Administrator