Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Hak-Hak Kesehatan Resproduksi dan Kesetaraan

Baiq Farida • Rabu, 10 November 2021 | 11:16 WIB
Pembicara di Talkshow Launching Rutgers Indonesia 2021 Program Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia bertemakan Speak The Unspoken menyampaikan materinya. Acara ini digelar dalam bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 secara daring.
Pembicara di Talkshow Launching Rutgers Indonesia 2021 Program Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia bertemakan Speak The Unspoken menyampaikan materinya. Acara ini digelar dalam bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 secara daring.
JAKARTA-Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia yang digagas Rutgers Indonesia mendorong untuk merebut hak-hak kesehatan reproduksi dan kesetaran. Hal ini terungkap pada Launching Rutgers Indonesia 2021 Program bertemakan Speak The Unspoken yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021.

”Ini sebagai sebuah wadah perjumpaan ide, gagasan, pemikiran, dan inovasi untuk meneruskan perjuangan pembela keadilan hak asasi manusia dan keadilan gender,” kata Kepala Perwakilan Rutgers Indonesia Amala Rahmah.

Tema Speak The Unspoken diangkat, mengingat pembahasan isu Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) dan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) di Indonesia yang masih sering dianggap tabu.

”Harapannya, dengan program-program Rutgers Indonesia lima tahun ke depan bisa mendobrak stigma tabu tersebut untuk pemerataan HKSR remaja Indonesia yang bebas dari KBGS,” tambahnya.

Melalui progam ini, Rutgers Indonesia juga menandai dirinya dengan pembaharuan identitas dan ciri khas baru yang lebih tegas namun akrab dan hangat. Hal ini dilakukan karena di tengah situasi yang sangat mengkhawatirkan ini, Rutgers Indonesia merasa bersyukur telah diberi kepercayaan oleh Kementerian Luar Negeri Belanda. Khususnya untuk mengelola hibah yang akan digunakan menunjang tiga program utama yang dilaksanakan selama periode 2021-2025.

Pertama, Generation Gender (Gen G), sebuah program pencegahan KBGS yang bertujuan untuk berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif dan bebas dari kekerasan. Serta mendukung pemuda laki-laki, perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya untuk mendapatkan hak keadilan gender tanpa kekerasan.

Kedua, Right Here Right Now 2 (RHRN2) sebuah program advokasi yang bertujuan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif, berkeadilan gender, dan bebas dari kekerasan untuk dapat menikmati hak dan kesehatan seksual dan reproduksi mereka.

Ketiga, Power to You(th) (PTY), sebuah program bertujuan memberdayakan remaja perempuan dan perempuan muda yang kurang mendapatkan akses dan layanan khususnya di tingkat desa. Tentunya untuk dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan terkait pencegahan praktik berbahaya pada kesehatan reproduksi perempuan. Seperti perkawinan anak dan sunat perempuan, kekerasan berbasis gender dan seksual, serta kehamilan yang tidak diinginkan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Rutgers Indonesia berkolaborasi dengan 11 mitra atau penerima hibah. Mitra Gen-G ada Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan LBH APIK Jakarta. Mitra RHRN 2 ada Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Yayasan Pamflet, YiFOS, Sanggar Swara, Palang Merah Indonesia (PMI). Mitra Power to Youth ada 2030 Youth Force Indonesia.

”Harapannya, generasi muda Indonesia melalui program ini dapat memiliki pengetahuan HKSR yang baik agar mereka dapat menentukan masa depannya,” kata dia.

Pentingnya pendidikan HKSR diceritakan salah satu guru dalam talkshow ini. Guru pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi Anita Rakhmi mengatakan, selama ini orang tua dan guru terjebak dalam ketabuan tersebut.  Namun, setelah mengimplementasikan isu HKSR, ada satu hubungan yang cair.

”Anak merasa nyaman dan merasa mendapat tempat untuk bisa bercerita dan berbagi,” jelasnya.

Dalam suatu permasalahan akan kebutuhan anak, orang tua bisa bijaksana menyikapi kebutuhan anak. Komunikasi itu penting antara anak dan orang tua.

”Bisa dengan memberikan kesempatan pada anak menyampaikan keinginannya pada orang tua,” tuturnya.

Melalui permasalahan ini, ia merasa remaja butuh sekali pendampingan dan informasi yang komprehensif terkait dengan HKSR. Sehingga anak bisa menemukan jati dirinya secara utuh dan berdaya.

”Kuncinya pemberian informasi yang tepat,” kata dia. (nur/r10) Editor : Baiq Farida
#Ruang Temu Generasi Sehat #Hak Kesehatan Reproduksi #Rutgers Indonesia