LombokPost- Sebanyak 39 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok pada Rabu, (13/11) dibatalkan. Pembatalan penerbangan ini untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Data hari ini (13/11) sampai dengan pukul 14.30 Wita, tercatat ada 39 penerbangan yang dibatalkan oleh pihak maskapai, terdiri dari 33 penerbangan domestik dan 6 penerbangan internasional yang dibatalkan,” kata General Manager Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono, Rabu (13/11).
Rinciannya, penerbangan domestik ada 18 keberangkatan dan 15 kedatangan, sementara penerbangan internasional 3 keberangkatan dan 3 kedatangan. Penerbangan domestik yang dibatalkan antara lain dari dan ke Jakarta, Surabaya, Bali, Jogjakarta, Bima, dan Sumbawa Besar. Sementara penerbangan internasional yang batal adalah dari dan ke Kuala Lumpur dan Singapura.
Maskapai yang melayani rute-rute terdampak meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, AirAsia, dan Scoot. Meski ada beberapa pembatalan, ada pula beberapa penerbangan yang tetap beroperasi, diantaranya Citilink dari dan ke Jakarta serta Super Air Jet tujuan Jakarta.
"Selain itu, Lion Air tujuan Balikpapan, Makassar, dan Surabaya serta Garuda Indonesia dari dan ke Jakarta masih dijadwalkan terbang pada sore hingga malam," terangnya.
Untuk jumlah penumpang terdampak, tercatat sebanyak 3.980 penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan. Terdiri dari 3.090 penumpang penerbangan domestik dan 890 penumpang penerbangan internasional. “Tentunya data ini akan terus berubah seiring dengan kondisi terkini di lapangan,” ujar Barata.
Mengantisipasi kondisi terkini, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai, BMKG, serta Kantor Otoritas Bandara. Setiap keputusan dari seluruh stakeholder di Bandara Lombok terkait operasional penerbangan terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki didasari oleh prinsip mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Pihaknya mengimbau kepada calon penumpang untuk memperhatikan informasi dari maskapai terkait status penerbangan terkini mengenai adanya potensi penundaan penerbangan dan pembatalan penerbangan sejalan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.
"Bagi calon penumpang pemegang tiket pesawat dari dan ke Bandara Lombok yang penerbangannya terdampak dapat menghubungi customer service atau call center maskapai untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” imbuh Barata.
Sampai kemarin, pihak bandara memastikan bahwa ruang udara di Bandara Lombok tidak terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. “Aerodrome observation dengan paper test yang kami lakukan setiap jam hasilnya negatif atau tidak ditemukan sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di area bandara. Hal ini diperkuat dengan informasi dan prediksi arah abu vulkanik oleh BMKG, pantauan Perum LPPNPI, serta laporan pilot,” terang Barata.
Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Lombok Arief Haryanto mengatakan, sebagian besar maskapai memilih membatalkan penerbangan. ”Namun ada juga yang hanya delay,” ucapnya pada wartawan.
Bandara Lombok, kata dia, dipastikan tetap beroperasi namun keputusan membatalkan atau menunda penerbangan sepenuhnya kewenangan maskapai. Maskapai yang membatalkan atau menunda ini karena alasan operasional yaitu arah angin yang membawa abu vulkanik selalu berubah-ubah.
Arief menegaskan, kondisi ini tidak dapat diproyeksikan manajemen bandara. Pihaknya akan selalu melihat perkembangan yang terjadi. Serta memantau dari BMKG terkait arah angin dan sebaran abu vulkanik. “Pihak maskapai yang akan putuskan dari situasi perkembangan yang ada ini,” jelas pria berkacamata itu.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai menawarkan refund tiket pesawat 100 persen. “Ini sudah ada beberapa penumpang yang memutuskan membatalkan penerbangan,” katanya.
Sejauh ini, penumpang pesawat memahami situasi penerbangan karena bencana alam, yang bisa terjadi kapan saja. Sehingga penumpang ada yang memilih menunggu, ada pula yang memilih batalkan penerbangan.
Menyinggung arah angin abu vulkanik menuju atau mendekati Bandara Lombok, disebut Arief terjadi sejak Selasa (12/11) petang. Namun pada prinsipnya, Bandara Lombok masih negatif. Artinya, tidak ditemukan abu vulkanik. Sehingga secara operasional masih siap.
“Tapi memang dari pihak maskapai yang ingin menjamin keselamatan penumpang,” terangnya.
Akses Alternatif
Dengan situasi penerbangan yang tidak menentu, aksesibilitas menuju Pulau Lombok bisa melalui jalur laut. “Ya solusinya tidak ada lain, jalur laut,” kata Kepala Dispar NTB Jamaludin Malady, kepada Lombok Post, Rabu (13/11).
Jamal mengatakan, untuk para tamu yang akan datang dan pergi dari NTB dapat melalui jalur laut. Para travel agen diharapkan menyampaikan kondisi tersebut kepada wisatawan. Sehingga para tamu tidak mengurungkan niat untuk berwisata ke NTB. Karena masih bisa melalui Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, hingga fast boat Senggigi dan Pelabuhan Bangsal.
”Kan Lembar ke Banyuwangi, Surabaya sudah ada. Tiap hari ada kapalnya, cuma waktunya saja yang mungkin disesuaikan,” terangnya.
Terpisah, General Manager ASDP Cabang Lembar Agus Djoko Trianto mengatakan, untuk saat ini belum ada lonjakan penumpang. Terutama pelimpahan penumpang dari pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT.
”Betul, saat ini kondisi pelabuhan Lembar masih normal seperti pelayanan reguler hari-hari biasa,” kata Agus.
Pantauan BMKG
Forecaster Stamet BIZAM Lombok Sri Aprilia Khoirunisa mengungkapkan berdasarkan informasi VAAC DARWIN, sebaran debu abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki, pada 13 November 2024 pukul 20.40 Wita berada di ketinggian hingga 8.000 kaki.
“Ini bergerak ke arah barat NTB, jadi dari Flores NTT, tepatnya mengarah ke Barat Daya dan Barat Laut NTB hingga ke Bali, dengan kecepatan 15 knot dengan intensitas meningkat, dan 15.000 kaki bergerak ke barat NTB dengan kecepatan 20 knot dengan intensitas meningkat,” terangnya Rabu malam (13/11).
Dia menegaskan sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki telah memasuki wilayah terbang Pulau Lombok, namun belum memasuki wilayah BIZAM. “Sebaran abu vulkaniknya nggak sampai ke bandara, nggak sampai ke Lombok Tengah,” tegas dia.
“Bandara kita statusnya open, namun penerbangan masih ditutup atau cancel untuk rute menuju dan yang dari Lombok,” ujar Sri.
Debu abu vulkanik berbahaya untuk penerbangan. Jika abu vulkanik itu masuk ke baling-baling pesawat, tentu mengakibatkan kerusakan pada komponen tersebut, dan situasi ini jelas mengancam keselamatan para penumpang dan awak kabin serta pilot. “Berbahaya untuk keamanan dan keselamatan penerbangan,” jelasnya.
Dijelaskannya, untuk aktivitas masyarakat di luar ruangan, sampai saat ini belum diwajibkan menggunakan masker. “Kami belum menemukan bukti kalau abu vulkanik jatuh di tanah kita di Lombok, tetapi kami terus melakukan uji coba dalam paper test,” tandasnya.
Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Korban
- 10 orang tewas dan 63 lainnya luka-luka.
- 2.384 lebih rumah warga di delapan desa rusak parah.
- 11.553 orang mengungsi di delapan titik pengungsian.
Pendidikan
- 66 satuan pendidikan/sekolah di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, Flores Timur, dilaporkan rusak. Akibatnya, 458 guru dan 5.383 siswa terdampak proses belajar-mengajar.
Penerbangan
- Tercatat 39 penerbangan domestik dan internasional di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, NTB, dibatalkan sepanjang Rabu (13/11).
- Setidaknya 84 penerbangan domestik dan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali, dibatalkan sejak 4 November 2024. Rute domestik misalnya yang menuju NTT dan NTB, sementara rute internasional mayoritas ke Australia, Korea Selatan, Hongkong, dan Singapura.
Diolah dari berbagai sumber
(ewi/chi/yun/r11/r5)
Editor : Rury Anjas Andita