Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Terancam Batal, IDF-Hizbullah Terus Saling Serang

nur cahaya • Kamis, 5 Desember 2024 | 08:18 WIB

 

 

Seorang anggota staf Asosiasi Amel memilah barang-barang di kantor mereka yang rusak akibat serangan Israel di lingkungan Hay el-Sellom, pinggiran selatan Beirut, Senin (2/12).
Seorang anggota staf Asosiasi Amel memilah barang-barang di kantor mereka yang rusak akibat serangan Israel di lingkungan Hay el-Sellom, pinggiran selatan Beirut, Senin (2/12).

LombokPost-Kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon terancam batal. Pasalnya, tensi dan aksi saling serang antara militer Israel (IDF) dengan kelompok Hizbullah di Lebanon belum mereda.

Dilansir dari Agence France-Presse, sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di desa-desa di Lebanon Selatan pada Senin (2/12). Israel menyatakan bahwa serangan mereka membidik puluhan target Hizbullah. Hal itu dilakukan sebagai balasan atas serangan yang diklaim kelompok militan tersebut selama gencatan senjata yang rapuh.  

Israel maupun Hizbullah menghadapi tuduhan atas pelanggaran gencatan senjata yang baru berlaku Rabu (27/11) pekan lalu. Gencatan itu bertujuan mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang di Lebanon dan memicu pengungsian masal di kedua sisi perbatasan.

’’Israel menuntut agar pihak-pihak terkait di Lebanon memenuhi tanggung jawab mereka dan mencegah aktivitas permusuhan Hizbullah,’’ bunyi pernyataan IDF.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa serangan itu menewaskan lima orang dan melukai dua orang di Desa Haris. Sementara di Desa Tallous, empat orang lainnya tewas dan satu orang terluka.

Pihak Hizbullah mengatakan telah melancarkan serangan dengan menargetkan posisi Israel di perbukitan Kfar Shouba yang diduduki. Lokasi itu menjadi bagian yang disengketakan di wilayah perbatasan antara Israel dan Lebanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hizbullah melakukan ’’pelanggaran serius’’ dan berjanji untuk ’’menanggapi dengan tegas’’. Sementara, IDF menuntut agar pemerintah Lebanon aktif dalam mencegah Hizbullah. Mereka ingin pemerintah Lebanon juga bertanggung jawab.

Namun, Amerika Serikat optimistis gencatan senjata masih bisa berlangsung. ’’Jika kami melihat adanya pelanggaran gencatan senjata, kami akan mendatangi pihak terkait dan meminta mereka untuk menghentikan,’’ kata Matthew Miller, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB dan pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa Israel telah berkali-kali melanggar gencatan senjata. Dilansir dari CNN, sumber itu menyebut ada 100 insiden pelanggaran yang tercatat.

Nabih Berri, juru bicara parlemen Beirut, menuduh Israel telah melanggar gencatan senjata. ’’Tindakan agresif yang dilakukan pasukan pendudukan Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata,’’ kata Berri, yang membantu memediasi gencatan senjata atas nama Hizbullah. (lyn/c7/bay/JPG/r5)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#gencatan senjata #Israel #tewas #target #lebanon #terluka