Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Temui Menteri Perhubungan, Gubernur Iqbal Bahas Penguatan Transportasi Publik

Alfian Yusni • Selasa, 10 Desember 2024 | 16:12 WIB

Photo
Photo

LombokPost-Usai penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara tingkat Provinsi oleh KPU NTB 6 Desember 2024 lalu, Gubernur NTB terpilih Dr HL Muhamad Iqbal (LMI) mulai bertemu Menteri Kabinet Merah Putih.

Menteri pertama yang ditemui adalah Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.

"Waktu 5 tahun itu singkat, tidak perlu menunggu dilantik kita mulai kerja," kata LMI melalui press rilis ke media, Selasa (10/12).

Pertemuan dua kawan lama yang berlangsung sembari makan siang. LMI membahas sejumlah isu yang strategis untuk pembangunan NTB antara lain rencana penguatan transportasi publik.

Photo
Photo

Penggunaan bus listrik yang ramah lingkungan, pembangunan pelabuhan penumpang kapal cepat Benoa-Senggigi dan penyelesaian Pelabuhan Penumoang dan Barang di Desa Karumbu, Langgudu, Bima, menjadi topik pembicaran siang itu.

Baca Juga: Aktivitas Ekonomi Makin Membaik, Lombok Tengah Optimistis Capai Target PAD 100 Persen

"Gubernur itu perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Jadi dari awal memang harus koordinasi dengan Kabinet supaya kerja-kerjanya sejalan dengan visi pimpinan nasional," sambungnya.

Terkait bus listrik LMI menyampaikan, jangkauan transportasi publik di NTB masih sangat rendah. Kondisi ini menghambat upaya peningkatan pembangunan pariwisata.

"Karena itu perlu memikirkan alternatif kebijakan untuk mempercepat pengembangan transportasi publik dengan moda yang ramah lingkungan," ujarnya.

Untuk mendukung perkembangan pariwisata, sambung LMI, ia dan menhub juga membahas rencana pembangunan pelabuhan khusus penumpang kapal cepat yang menghubungkan Senggigi dengan Pelabuhan Benoa di Bali.

Baca Juga: Hakordia 2024, Sarana Kemenkum Kenalkan Diri Kepada Masyarakat

Selain untuk menyiapkan alternatif transportasi cepat selain jalur udara Bali-Lombok, juga untuk menghidupkan kembali pariwisata di Senggigi serta Kota Tua Ampenan.

"Pembangunan pelabuhan ini kemungkinan akan menggunakan model kerjasama pemerintah dengan swasta," ucapnya.

Sementara itu, terkait pelabuhan di Karumbu, Kecamatan Langgudu Kab Bima, saat ini pelabuhan yang dibangun oleh Pemerintah Pusat tersebut belum berfungsi secara optimal.

Pelabuhan yang berstatus Pelabuhan Nusantara ini baru dipakai hanya untuk pelabuhan kapal-kapal ikan kecil.

"Pelabuhan ini nantinya harus dijadikan pelabuhan penumpang dan barang Bima-Sumba menggunakan kapal-kapal ASDP. Optimalisasi ini akan secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bima Selatan," terang mantan Dubes Turki ini.

Pada kesempatan ini Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan selamat atas terpilihnya LMI sebagai Gubernur NTB 2025-2030.

Menhub juga menyampaikan pentingnya optimalisasi infrastruktur transportasi yang sudah ada dan penguatan sumber pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur transportasi baru.

"Banyak sekali infrastruktur transportasi yang sudah dibangun tapi belum optimal pemanfaatannya. Ini akan kita optimalkan. Kita juga akan dorong sumber pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur baru, termasuk pelibatan swasta," bebernya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Gubernur NTB #menhub #sumber pembiayaan alternatif #Pariwisata