Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kehadiran OpenAI Mendorong Efisiensi, Google PHK Sejumlah Posisi Manajer

nur cahaya • Jumat, 27 Desember 2024 | 14:27 WIB

 

Sundar Pichai
Sundar Pichai
 

LombokPost-Google melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di tingkat manajemen. CEO Google Sundar Pichai mengumumkan hal itu dalam rapat internal yang digelar Rabu (18/12).

Dalam rapat internal tersebut, Pichai menyampaikan bahwa perusahaan telah memangkas 10 persen dari total posisi manajer, direktur, dan wakil presiden.

Keputusan itu diambil seiring dengan meningkatnya tekanan dari OpenAI dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) lainnya yang semakin mengancam dominasi Google, terutama di sektor pencarian online.

Menurut Pichai, restrukturisasi itu bertujuan untuk menyederhanakan organisasi, mengurangi lapisan birokrasi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

’’Sejumlah karyawan yang terdampak akan dipindahkan ke posisi kontributor individu, sedangkan sebagian lainnya mengalami penghapusan posisi secara permanen,’’ ujar juru bicara Google kepada Business Insider Senin (23/12).

Restrukturisasi itu merupakan bagian dari kampanye efisiensi yang dijalankan Google sejak September 2022.

Saat itu, Pichai menyatakan bahwa dirinya ingin perusahaan menjadi 20 persen lebih efisien.

Hanya dalam beberapa bulan setelah pengumuman tersebut, Google melakukan PHK terbesar dalam sejarahnya dengan memotong 12 ribu posisi atau sekitar 6,4 persen dari total tenaga kerja global.

Gelombang PHK terus berlanjut pada 2024. Pada Januari, Google memberhentikan beberapa ratus pekerja di divisi iklan global, disusul dengan pemutusan 100 karyawan dari unit cloud pada Juni.

 Baca Juga: Fatamorgana Tingginya Penyerapan Tenaga Kerja Perempuan di NTB : Benarkah Menguntungkan?  

’’Kami harus melakukan ini untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan,’’ ungkap Pichai dalam surat terbuka kepada karyawan pada Januari 2023 seperti dilansir The Economic Times kemarin.

Kehadiran produk-produk berbasis AI generatif seperti ChatGPT yang dikembangkan OpenAI dipandang sebagai ancaman serius terhadap bisnis pencarian Google.

Padahal, sektor itu menyumbang lebih dari 57 persen pendapatan Google pada 2023.

Munculnya kompetitor tersebut ternyata mengganggu dominasi Google di pasar global.

Sebagai tanggapan, Google telah memperkenalkan berbagai fitur AI generatif di produknya.

Salah satu inovasi terbaru adalah model AI Gemini yang diklaim mampu melakukan penalaran kompleks dan menawarkan solusi dalam berbagai situasi.

Pasar merespons positif langkah tersebut.

Saham Google dilaporkan naik lebih dari 4 persen di Wall Street sehari setelah pengumuman model AI tersebut.

Sebelumnya, saham Google juga melonjak 3,5 persen setelah perusahaan merilis terobosan cip kuantum yang diklaim sebagai langkah besar dalam teknologi komputasi. (din/c19/bay/JPG/r5)

Editor : Kimda Farida
#manajemen #openai #posisi #phk #Direktur #manajer #google