LombokPost - Australia kembali mengeluarkan travel warning untuk Indonesia, terutama destinasi wisata populer seperti Bali dan Lombok.
Melalui situs resmi Smartraveller, pemerintah Australia memperingatkan warganya untuk berhati-hati tingkat tinggi saat berkunjung ke Bali dan Lombok karena meningkatnya risiko kecelakaan dan insiden wisata.
Dalam pembaruan imbauan perjalanan yang dirilis pada 30 Mei 2025 dan masih berlaku hingga 2 Juni.
Baca Juga: Sikap Thom Yorke Soal Palestina Picu Pro Kontra, Musisi Indonesia Ramai-Ramai Protes
Disebutkan bahwa wisatawan Australia telah mengalami sejumlah insiden tragis, termasuk kasus tenggelam akibat ombak besar dan arus balik di pantai-pantai tanpa penjaga.
“Pantai di Bali dan Lombok sering kali tidak memiliki penjaga pantai. Beberapa warga Australia telah meninggal karena terseret arus laut,” tulis peringatan resmi Smartraveller.
Selain masalah laut, warga Australia juga diingatkan soal pentingnya memastikan kondisi paspor yang baik.
Baca Juga: Tribute Titiek Puspa di Java Jazz 2025: Panggung Bahagia dan Warisan Musik Indonesia
Indonesia memiliki aturan ketat terhadap paspor rusak, bahkan untuk kerusakan ringan seperti sobekan kecil atau terkena air.
Kasus penolakan masuk sudah terjadi beberapa kali di Bandara Ngurah Rai karena kondisi paspor dianggap tidak layak.
Peringatan juga ditekankan pada konsumsi minuman beralkohol yang mungkin telah dicampur zat berbahaya.
Baca Juga: Viral! Indonesia Turun Salju 2026, Ini Penjelasan BMKG
Keracunan metanol dilaporkan di berbagai lokasi wisata, termasuk Bali dan Lombok. Wisatawan diminta tidak meninggalkan makanan atau minuman tanpa pengawasan dan waspada terhadap minuman oplosan yang bisa membahayakan jiwa.
Smartraveller mencatat bahwa dalam enam bulan terakhir, sudah empat warga Australia meninggal dunia di Indonesia akibat insiden terkait air.
Termasuk kasus terbaru yang menimpa Byron Haddow (23), warga Sunshine Coast, yang meninggal saat berlibur di Bali.
Tak hanya itu, Australia juga mengingatkan adanya potensi ancaman buaya air asin yang bisa ditemukan di beberapa sungai dan danau di Indonesia.
Untuk itu, wisatawan diminta membaca panduan resmi Pemerintah Provinsi Bali tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berkunjung.
Baca Juga: Superman Versi James Gunn Diprediksi Pecahkan Rekor Box Office DC
Sikap tidak sopan atau tidak menghargai budaya dan upacara adat bisa berujung hukuman pidana atau deportasi.
Meski demikian, Bali dan Lombok tetap menjadi destinasi favorit dengan kunjungan lebih dari satu juta warga Australia setiap tahun.
Pemerintah Australia hanya meminta kewaspadaan tinggi dan kepatuhan terhadap aturan lokal agar liburan tetap aman dan menyenangkan.
Editor : Alfian Yusni