Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cek Namamu, Pemerintah Segera Bagikan Bantuan Pangan, Masing-masing 10 Kilogram Beras

Yuyun Kutari • Minggu, 8 Juni 2025 | 12:18 WIB
Pemerintah kembali akan menyalurkan bantuan pangan beras 10kg setiap bulan selama Juni-Juli 2025. ​
Pemerintah kembali akan menyalurkan bantuan pangan beras 10kg setiap bulan selama Juni-Juli 2025. ​

LombokPost - Pemerintah telah menetapkan berbagai program stimulus ekonomi selama Juni dan Juli pada tahun ini.

Salah satunya adalah bantuan pangan beras yang ditargetkan, bisa menyentuh hingga 18,3 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang benar-benar layak menerima.

“Bapak Presiden memerintahkan kami untuk memberikan stimulus ekonomi,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi

Dari 18.3 juta penerima, angka sementara yang didapatkan Bapanas baru 16,5 juta penerima. Ada beberapa paket bantuan, masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram (kg) beras selama dua bulan.

“Kemudian ada tapinya, jangan sampai bantuan ini diberikan tapi harga gabah di tingkat petani malah jatuh, sehingga bantuan pangan ini nanti akan selektif. Selektif itu maksudnya penerima totalnya tetap 18,3 juta PBP dan yang sudah terverifikasi oleh BPKP sementara ada di 16,5 juta PBP,” jelas dia.

Khusus pada wilayah Indonesia Timur, kemungkinan besar akan disalurkan secara one shoot atau alokasi dua bulan dalam satu kali pengiriman.

"Bagi daerah-daerah tertentu seperti Papua, Maluku, dan NTT itu one shoot. Jadi Juni-Juli ini, kemungkinan di akhir, itu one shoot. Satu kali pengiriman untuk alokasi 2 bulan,” ujarnya.

Untuk merealisasikan bantuan ini, Bapanas tentunya akan menugaskan Bulog untuk penyaluran. Kepada Bulog, Arief telah menyampaikan agar kebijakan ini harus dimulai dengan persiapan.

“Bantuan pangan itu harus disiapkan paket 10 kilogram, berikutnya beras juga harus yang kondisinya baik. Tidak boleh ada beras jelek yang disalurkan ke masyarakat. Harus zero complain, walaupun itu sulit," tegas Arief.

Ia memastikan penyaluran bantuan pangan beras tidak akan menjadi faktor depresiasi harga gabah di tingkat petani. Ini karena tujuan stimulus ekonomi ini untuk menyokong masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami pun dengan Pak Mentan sudah bersepakat, agar menjaga harga gabah petani tidak sampai jatuh. Namun masyarakat yang layak dibantu juga tetap dapat bantuan. Itu kerennya hari ini, bisa sama-sama memahami 2 tujuan hulu dan hilir untuk tercapai semuanya,” paparnya.

Adapun database penerima bantuan pangan beras tahun ini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Implementasi DTSEN diharapkan dapat meningkatkan akurasi penerima, sehingga benar-benar tepat sasaran.

“Kita menggunakan data DTSEN. Ini tentunya dari teman-teman dari Bappenas, BPS bersama Kementerian Sosial dengan koordinasi dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dan Kemenko Perekonomian,” terangnya.

Berikut dalam hal pengawasan saat penyaluran nanti, Bapanas akan berkolaborasi dengan banyak pihak, terutama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri. "Kita berharap bisa one shoot supaya bisa cepat sampai ke masyarakat. Nah pengawasannya di lapangan tentunya biasanya kita bersama Satgas Pangan juga. Jadi Satgas Pangan kemudian Satgas Pangan daerah itu juga nanti akan membantu pengawasan. Jadi bisa sampai by name by address,” jelas Arief.

Ia menekankan dampak positif yang diharapkan dari berbagai program stimulus ekonomi pada Juni dan Juli, diantaranya bisa membantu masyarakat secara luas dan mengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2025.

"Semoga bantuan pangan ini memang betul-betul bisa membantu masyarakat luas. Kemudian program stimulus ekonomi bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi kuartal dua ini,” harapnya.

Terlebih Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kerap menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi dari inflasi. “Inflasi kita sekarang 1,6 persen dengan pertumbuhan ekonomi di angka 4,8 persen. Beliau sampaikan kalau bisa pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, jadi perlu ada stimulus-stimulus,” tandasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Petani #stimulus ekonomi #gabah #Bantuan beras 10 kilogram #Beras #bantuan pangan #Bapanas