LombokPost - Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri baru saja melalui dua tahap penting di ajang Miss Supranational 2025.
Selasa (24/6) sore waktu setempat atau Selasa malam waktu Indonesia Barat, Firsta tampil dalam preliminary evaluation Miss Supranational 2025 yang berlangsung di Nowy Sacz, Malopolska, Polandia.
Bersama 65 kontestan lain, Firsta tampil dalam dua sesi. Yakni, swimsuit dan gaun malam.
Di sesi gaun malam, perempuan asal Banyuwangi itu mengenakan gaun karya Wiki Wu bertajuk Aruna Patria.
Warna gaun berbahan sequin dan berhias payet serta mutiara itu sama seperti bendera Indonesia, merah dan putih.
Sebelum berangkat ke Miss Supranational 2025, Firsta memang mengatakan bahwa dia dan tim dari Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan Mustika Ratu sangat detail dalam menentukan pakaian selama karantina dan acara penting di sana.
"Saya ingin menonjolkan Indonesia dan kebudayaannya lewat outfit saya," ujar Firsta dalam jumpa pers keberangkatannya.
Wiki sendiri menjelaskan bahwa gaun Aruna Patria tak hanya sekadar menyimbolkan makna bendera Indonesia, yaitu pengorbanan penuh darah untuk tujuan suci.
Dihubungi Jawa Pos Rabu (25/6) dini hari, Wiki menjelaskan bahwa awalnya, dia tidak berencana membuat gaun untuk Firsta.
"Setelah aku mempelajari background Firsta, aku merasa dapat panggilan untuk bikin,"ujar Wiki.
Wiki menjelaskan bahwa dia terpesona dengan performa Firsta menari sambil membawa bendera merah-putih saat talent show pemilihan Puteri Indonesia 2025 April lalu.
Baca Juga: 4 Bintang Keturunan Resmi Jadi WNI! Siap Bawa Timnas Putri Indonesia Tembus Piala Dunia
Itu menjadi salah satu inspirasinya dalam merancang gaun preliminary Firsta di Miss Supranational 2025.
"Terus pinggul dia itu bagus, makanya aku bikin cutout di bagian itu," jelas Wiki.
Melalui Instagram Story-nya, Wiki menjelaskan bahwa dia membuat dua gaun dengan makna yang sangat personal bagi Firsta.
Gaun Aruna Patria menyimbolkan semangat mendiang ayah Firsta, sedangkan satu gaun lagi menyimbolkan doa mendiang ibu Firsta.
"Satunya nuansa patriotik dan berjuang untuk Indonesia, terus satu lagi nuansanya ayu, kanjeng gitu," ujar Wiki, yang membuat gaun dalam waktu sekitar seminggu.
Terkait gaun kedua yang lebih ayu dan berpeluang dikenakan Firsta pada malam puncak 27 Juni mendatang, Wiki belum mau mengungkapnya.
"Sebab yang berwenang mengumumkan itu tim YPI. Tapi yang pasti, gaunnya bakal memuat unsur daerah asal Firsta," ujar Wiki.
Usai preliminary, Firsta kembali tampil dalam talent show. Tahun ini, Indonesia lolos seleksi awal sehingga berkesempatan menampilkan bakat di sesi ini.
Firsta menampilkan kesenian tradisional berupa tarian dan nyanyian.
Pasangan Artika Sari Devi dan Ibrahim "Baim" Imran turut menggagas konsep dan menggubah musik.
Sementara itu, Angga Arisman Ananta menjadi koreografer dan pelatih tari Firsta.
Angga menuturkan bahwa dia dan Firsta ingin mengangkat kesenian Jawa Timur.
"Di bagian awal, itu terinspirasi Barong Osing dan tari Jaripah," jelas Angga ketika dihubungi Jawa Pos.
Usai menari dengan ornamen barong, Firsta menyanyikan lagu khas Surabaya, Rek Ayo Rek.
Sebagai penutup, Firsta kembali menari dengan gerakan yang terinspirasi tari Gandrung khas Banyuwangi, kota asalnya.
"Kami latihan 3 kali pertemuan, sekali pertemuan maksimal 2 jam. Itu pun kami selang-seling dengan latihan catwalk," papar Angga, menjelaskan proses latihan yang singkat. (len/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida