Program cek kesehatan gratis murid sekolah ini digagas oleh pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas kesehatan yang layak sejak dini.
Cek kesehatan murid sekolah dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan, program cek kesehatan gratis murid sekolah akan dimulai dengan Sekolah Rakyat, kemudian berlanjut ke sekolah-sekolah di bawah Kemendikdasmen dan Madrasah di bawah Kemenag mulai Agustus.
“Kira-kira nanti dari sisi jadwal pelaksanaannya adalah akan dimulai dengan Sekolah Rakyat di awal Juli, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan di sekolah di bawah Kemendikdasman dan Madrasah di bawah Kemenag itu di bulan Agustus,” ujar Pratikno dalam konferensi pers usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) persiapan CKG untuk murid di sekolah, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (3/7).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menambahkan, cek kesehatan di sekolah bertujuan mendeteksi dini agar anak-anak tetap sehat dan dapat ditangani bila ada keluhan kesehatan. Target pemerintah dalam program ini cukup ambisius: lebih dari 52 juta murid akan menjalani cek kesehatan gratis di sekolah.
Budi mengungkapkan, hingga saat ini sudah 11 juta masyarakat mengikuti cek kesehatan gratis di puskesmas, rata-rata 200 orang per hari. Targetnya, hingga akhir 2025, sebanyak 30 juta hingga 40 juta masyarakat bisa ikut serta.
“Adapun jika nanti ditemukan murid yang kurang sehat maka akan dilakukan tata laksana atau perawatan agar murid tersebut tetap sehat,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendukung penuh pelaksanaan cek kesehatan gratis murid sekolah ini. Khusus sekolah di bawah Kemendikdasmen, pelaksanaan baru bisa dimulai Agustus karena berbarengan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang akan dimulai 14 Juli 2025.
Mu’ti menambahkan, program ini selaras dengan upaya membangun sekolah sehat, baik secara fisik maupun sosial. Hasil cek kesehatan gratis murid sekolah ini akan menjadi bahan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat demi membangun generasi sehat dan hebat.
“Pelaksanaannya insyaallah bisa dimulai pada bulan Agustus. Karena 14 Juli baru mulai MPLS. Kami merencanakan MPLS tahun ini 5 hari, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya 3 hari,” paparnya.
Pemerintah berharap dengan cek kesehatan gratis murid sekolah, kesehatan anak-anak Indonesia bisa terpantau sejak dini. Hal ini menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi emas Indonesia di masa depan.
Editor : Redaksi Lombok Post