Lombok Post – Kemacetan lalu lintas kini menjadi momok bagi warga Kota Bandung. Menurut data terbaru dari TomTom Traffic, rata-rata penduduk Bandung menghabiskan 108 jam per tahun terjebak dalam kemacetan. Angka ini secara signifikan mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup.
Laporan TomTom Traffic menyoroti parahnya masalah ini dengan menempatkan Bandung pada peringkat ke-7 kota termacet di Asia dan ke-12 di dunia. Kondisi ini menjadikan Bandung salah satu kota dengan tingkat kemacetan lalu lintas terparah di Indonesia.
Berbeda dengan Bandung, ibu kota Jakarta menunjukkan tren positif dalam mengatasi kemacetan. Sebelumnya, Jakarta pernah menduduki peringkat pertama sebagai kota termacet. Namun, berkat keberhasilan integrasi transportasi umum antara Jakarta dan kota-kota penyangga sekitarnya, Jakarta kini berhasil turun ke peringkat kelima.
Baca Juga: Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Lembar, Pilih Berangkat Lebih Awal untuk Hindari Kemacetan
Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang menyoroti dampak positif dari upaya peningkatan dan integrasi transportasi publik.
Perbandingan dengan Jakarta ini memberikan gambbaran jelas mengenai tantangan yang dihadapi Bandung serta potensi solusi yang bisa diterapkan. Peningkatan dan integrasi sistem transportasi publik menjadi kunci utama untuk mengatasi kemacetan yang terus menghantui kota kembang ini.
Mendorong penggunaan angkutan umum yang efektif dan nyaman dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan pada akhirnya, memangkas jam hilang akibat macet bagi warga Bandung. ***
Editor : Jelo Sangaji