LombokPost – Kabar gembira datang dari dunia riset dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan spesies baru jamur Morel di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok.
Penemuan ini menjadi tonggak penting karena jamur yang diberi nama ilmiah Morchella Rinjaniensis ini adalah jamur Morel tropis pertama dari Indonesia yang dideskripsikan secara ilmiah.
Penemuan ini diumumkan oleh BRIN melalui akun Facebook resminya, yang menyebutkan bahwa Morchella Rinjaniensis ditemukan tumbuh liar di kawasan Cagar Biosfer Rinjani.
Jamur unik ini lazim muncul saat musim peralihan, sekitar bulan April hingga Mei, pada ketinggian 900-1.200 meter di atas permukaan laut.
Lokasi penemuan tersebar di berbagai jalur pendakian dan kawasan seperti Torean, Senaru, Sembalun, Tetebatu, dan Aik Berik.
Ciri Khas dan Keunikan Morchella Rinjaniensis
Menurut Periset Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN, Atik Retnowati, Morchella Rinjaniensis memiliki karakter unik yang tidak ditemukan pada jenis Morel lain, baik secara bentuk maupun genetik.
Keunikan morfologi dan genetiknya ini membuktikan bahwa jamur Morel dari Rinjani ini adalah spesies baru.
Beberapa ciri khas yang membedakannya.
Ukuran besar: Jamur ini dapat tumbuh hingga 19 cm.
Pola lubang (pits) acak: Memiliki pola lubang yang tidak beraturan pada tudungnya.
Spora besar: Ukuran spora yang lebih besar dibandingkan jenis Morel lain.
Permukaan mirip labirin: Struktur permukaan yang kompleks dan unik.
Klade genetik berbeda: Ditempatkan dalam kelompok genetik yang terpisah dari spesies Morchella lainnya.
"Temuan ini penting untuk masa depan riset, konservasi, dan pengembangan budidaya jamur lokal," tegas Atik Retnowati.
Potensi Pangan dan Konservasi Berkelanjutan
Selain keunikan ilmiahnya, Morchella rinjaniensis juga memiliki potensi besar sebagai sumber pangan.
Baca Juga: Berencana Mendaki Gunung Rinjani? Berikut Estimasi Biaya Pendakian Menuju Puncak Surga Lombok NTB
Jamur Morel dikenal sebagai salah satu jamur edible yang sangat bernilai ekonomi tinggi di pasar internasional.
Jamur ini ditemukan tumbuh di hutan alami, seringkali dekat aliran air, menunjukkan ekosistem alaminya yang unik.
Penemuan ini juga mendorong pentingnya konservasi berkelanjutan di kawasan Rinjani, sejalan dengan program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO.
Baca Juga: Pendakian Gunung Rinjani Ditutup, Balai TNGR Minta Semua Pihak Harap Maklum
Harapannya, jamur Morel tropis ini dapat dikembangkan menjadi sumber pangan baru yang ramah lingkungan, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Rinjani.
Hasil penelitian lengkap mengenai Morchella Rinjaniensis telah dipublikasikan dalam jurnal internasional terkemuka, Mycobiology.
Yang dapat diakses melalui tautan: https://s.brin.go.id/I/JamurMorel.
Penemuan ini tidak hanya memperkaya daftar keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru bagi riset biologi dan ekonomi lokal.
Editor : Pujo Nugroho