Perusahaan listrik negara ini masuk dalam jajaran elite dunia berkat peningkatan pendapatan signifikan, khususnya dari sektor non-listrik (beyond kWh).
Sepanjang tahun 2024, PLN mencatatkan pendapatan dari beyond kWh sebesar Rp13,23 triliun. Angka ini melonjak 28,69 persen dibandingkan tahun 2023 yang membukukan Rp10,28 triliun.
Kontribusi pendapatan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari layanan jaringan dan telekomunikasi Iconnet, sertifikat energi terbarukan (REC), pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (EV), layanan pemeliharaan, hingga platform digital seperti smart grid dan sistem manajemen energi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari transformasi menyeluruh yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Prestasi ini merupakan bukti keberhasilan transformasi digital dan strategi beyond kWh. Ini bukan hanya pengakuan terhadap skala usaha PLN, tetapi juga terhadap daya saing dan ketahanan bisnis kami dalam menjawab dinamika global,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Minggu (4/8).
Transformasi digital, kata dia, dilakukan di seluruh lini bisnis PLN, guna meningkatkan efisiensi operasional, keandalan pasokan, dan kualitas layanan pelanggan.
Langkah ini juga menjadi bagian integral dari strategi korporasi dalam mendukung agenda transisi energi nasional, sekaligus memperkuat peran PLN sebagai penggerak utama elektrifikasi dan dekarbonisasi di Indonesia.
Menurut Darmawan, transformasi digital tidak sebatas pada adopsi teknologi, tetapi mencerminkan perubahan kultur kerja, proses layanan, dan model bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
“PLN harus hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tapi juga penyedia solusi energi yang terhubung secara real-time, efisien, dan modern,” ucapnya.
Seiring dengan digitalisasi, PLN juga memperkuat strategi bisnis beyond kWh sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan berbasis solusi energi berkelanjutan.
Strategi ini disebut sebagai lompatan besar PLN dalam mengubah model bisnis menjadi lebih customer-centric dan inovatif.
“Melalui strategi beyond kWh, kami tidak hanya menyalurkan listrik. Kami menghadirkan nilai, efisiensi, dan kemudahan bagi pelanggan dalam mengelola energi mereka,” imbuh Darmawan.
Ke depan, PLN akan terus memperluas cakupan bisnisnya ke arah model Energy as a Service (EaaS). Pelanggan akan mendapatkan layanan menyeluruh dari pembangkitan, manajemen beban, efisiensi energi, hingga transisi ke energi hijau.
Produk-produk berbasis Internet of Things (IoT), smart metering, serta ekosistem energi komunitas dan industri juga akan menjadi bagian dari inovasi lanjutan perusahaan pelat merah ini.
Editor : Marthadi