Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Efek Gempa di Kamchatka, Gunung di Rusia Erupsi setelah 600 Tahun

Lombok Post Online • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:47 WIB

 

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 di Semenanjung Kamchatka, Rusia, pekan lalu (30/7) diduga membangunkan Gunung Krasheninnikov.

Minggu (3/8), gunung berapi di Cagar Alam Kronotsky, pantai timur Semenanjung Kamchatka.

Itu meletus untuk kali pertama setelah 600 tahun.

”Ini adalah letusan Gunung Krasheninnikov pertama yang terkonfirmasi secara historis dalam 600 tahun,” kata Kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka Olga Girina dilansir dari Sky News.

Selain efek gempa Semenanjung Kamchatka pekan lalu, letusan Krasheninnikov terjadi tak berselang lama setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Kepulauan Kuril.

Euronews menyebut, kolom abu tercatat membumbung hingga ketinggian 5-6 kilometer di atas permukaan laut. Gunung berapi itu memiliki ketinggian 1.856 meter. Sementara aliran lava terus mengalir menuruni lereng barat daya gunung dan mencapai 2,7 kilometer.

Tidak Ada Ancaman Tsunami

Kementerian Situasi Darurat Rusia Wilayah Kamchatka menyatakan bahwa erupsi  Krasheninnikov telah diberi kode bahaya penerbangan ”oranye”.

Kementerian tersebut juga mengeluarkan rekomendasi untuk tidak mengunjungi area sekitar gunung berapi tersebut atau mencoba mendakinya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 8,7 Guncang Kamchatka, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Waspada untuk Sejumlah Wilayah Indonesia!

Sempat dikhawatirkan adanya gelombang tsunami seperti gempa sebelumnya. Namun, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebut tidak ada ancaman tsunami setelah gempa itu.

Meski begitu, para ahli telah memperingatkan warga dan otoritas pesisir untuk waspada terhadap gempa susulan atau aktivitas seismic yang bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Kepulauan Kuril Rentan

 Para seismolog mengatakan gempa bumi beruntun bukanlah hal aneh di Kamchatka. Alasannya karena wilayah tersebut merupakan salah satu zona pergerakan tektonik paling aktif dan merupakan bagian dari proses geologi yang sedang berlangsung.

Kepulauan Kuril di Kamchatka juga rentan terhadap gempa akibat subduksi Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Okhotsk. Kepulauan itu pun sangat jarang penduduknya. Meski, memiliki kepentingan militer dan geopolitik yang strategis bagi Rusia.

MELETUS: Gumpalan abu menjulang tinggi dari Gunung Krasheninnikov di Semenanjung Kamchatka, Rusia, Minggu (3/8).
MELETUS: Gumpalan abu menjulang tinggi dari Gunung Krasheninnikov di Semenanjung Kamchatka, Rusia, Minggu (3/8).

FAKTA GUNUNG KRASHENNIKOV

      * Dinamakan berdasar nama penjelajah Rusia abad ke-18, Stepan Krasheninnikov, yang mendokumentasikan fitur alam Kamchatka.

      * Terdiri dari dua kerucut utama: Kerucut Selatan (ketinggian 1.857 meter) dan Kerucut Utara (ketinggian 1.760 meter).

      * Kerucut Selatan memiliki kawah berdiameter 800-900 meter dan kedalaman 140 meter, sedangkan Kerucut Utara memiliki kawah lebih besar atau berdiameter 1,5 km dengan kerucut kecil di dalamnya.

      * Dalam 10 ribu tahun terakhir terdapat bukti setidaknya 31 erupsi, termasuk erupsi besar pada 150 SM dengan Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) 4. (lyn/dns/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Kamchatka #Gempa #erupsi #gunung #letusan