Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gempa Mengintai, Cara Indonesia Bertahan dan  Kisah Alarm Dini ala Anak Bangsa

Nurul Hidayati • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:48 WIB
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.

LombokPost  – Indonesia ini memang tak ada duanya. Negeri “supermarket bencana,” kata orang. Dan gempa bumi, ia selalu jadi langganan.

Tapi jangan kira kita pasrah. Tidak! Justru dari ancaman inilah, akal dan inovasi anak bangsa terpacu. Kita bicara soal Sistem Peringatan Dini (EWS) Gempa.

Sebuah alarm, yang meski tak bisa menghentikan gempa, setidaknya bisa menyelamatkan nyawa dan harta.

EWS ini bukan sulap, bukan sihir. Ini sains. Ia bekerja dengan mata dan telinganya yang canggih: sensor-sensor yang siap menangkap getaran-getaran pertama, sinyal-sinyal awal sebelum sang monster benar-benar mengamuk.

Data dari sensor itu, diterjemahkan, dianalisis, dan dalam sekejap, peringatan melesat ke mana-mana.

Lewat berbagai media, katanya. Artinya, cepat, tepat, dan bisa diandalkan.

 Baca Juga: Strategi Mitigasi Bencana Banjir Dengan Kombinasi Upaya Struktural dan Non-Struktural

Ilmuwan Kita Tak Tidur: Dari Radon hingga Ionosfer

Yang menarik, EWS ini bukan hanya barang impor. Anak-anak bangsa kita, otaknya encer-encer.

Ambil contoh Prof. Sunarno dari UGM. Sejak 2018, sudah menciptakan EWS berbasis "bau tanah."

 Baca Juga: Pentingnya Membekali Diri dengan Mitigasi Bencana Sejak Dini

Ya, bau tanah! Lebih tepatnya, perubahan konsentrasi gas radon di dalam tanah dan naik turunnya level air tanah.

Katanya, kalau lempengan bumi mau bergeser, radon ini pamer diri, melonjak drastis.

Air tanah pun ikut menari.

Alat Pak Sunarno ini cerdas. Dengan bantuan Internet of Things (IoT) dan algoritma pintar, informasi anomali itu langsung parkir di ponsel tim peneliti UGM.

Hebatnya, informasi ini sudah terbukti bisa datang dua sampai tiga hari sebelum gempa mengguncang dalam riset 2020-2021 yang dilakukan, dari Aceh sampai NTT! Bayangkan, punya waktu dua hari untuk persiapan?

 Itu artinya akan banyak nyawa terselamatkan.

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Tak kalah gesit, ada Prof. Nur Cahyadi dari Departemen Teknik Geomatika ITS. Bersama timnya, di tahun yang sama, 2018, mereka melahirkan inovasi bernama Low-Cost GNSS Smart Geo-PD.

Alat ini, sudah dipatenkan, memanfaatkan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk mendeteksi gangguan di ionosfer.

Jadi begini, sebelum gempa besar, bumi itu “batuk,” mengeluarkan gelombang akustik yang naik sampai ke atmosfer, mengganggu lapisan ionosfer. Gangguan inilah yang ditangkap oleh GNSS. Pintar, kan?

 Baca Juga: Indonesia di Ring of Fire, Mitigasi Bencana Harga Mati! Gaungkan Kesiapsiagaan Dini, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!

Kolaborasi dan Asa "Zero Victim"

Inovasi-inovasi berbasis prekursor (tanda-tanda awal) ini harus terus digarap, diperkuat, dan dikembangkan. Ini bukan hanya untuk laboratorium, tapi untuk masyarakat. Dan tentu saja, ini bisa menjadi tulang punggung bagi BMKG dalam mengembangkan INA-EEWS (Indonesia Earthquake Early Warning System).

INA-EEWS sendiri adalah prototipe dari BMKG. Konsepnya sama cerdasnya: mendeteksi gelombang P yang lebih dulu tiba, lalu menggunakannya untuk memprediksi kedatangan gelombang S yang membawa guncangan dahsyat. Alarm pun berbunyi.

Pengembangan EWS ini memang bukan kerja ecek-ecek. Butuh sinergi, butuh investasi, dan butuh kegigihan. Tapi jika berhasil, dan kita yakin akan berhasil, manfaatnya tak terhingga. Visi Indonesia untuk mencapai "zero victim" saat gempa terjadi, bukan lagi mimpi. Ia akan menjadi kenyataan.

Editor : Pujo Nugroho
#alarm #Algoritma #peringatan dini #Gempa #Bencana