LombokPost – Sepanjang bulan Juli 2025, wilayah Indonesia mencatat aktivitas gempa yang signifikan, dengan total 3.375 kejadian gempa bumi.
Data ini dirilis oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui akun Facebook resminya.
Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 22 gempa di antaranya berkekuatan magnitudo 5 atau lebih (M ≥ 5).
Sementara itu, mayoritas gempa, yakni 3.353 kejadian, merupakan gempa dengan magnitudo di bawah 5 (M < 5).
Meskipun ribuan gempa terjadi, hanya 92 kejadian yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Namun, yang patut menjadi perhatian adalah adanya dua gempa merusak yang terjadi dalam periode tersebut, keduanya berpusat di Poso, Sulawesi Tengah.
Gempa merusak pertama terjadi pada 14 Juli 2025 dengan magnitudo 5,3.
Sepuluh hari kemudian, pada 24 Juli 2025, Poso kembali diguncang gempa merusak dengan magnitudo lebih besar, yakni M 6,0.
Dua kejadian gempa merusak ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa.
Baca Juga: Strategi Mitigasi Bencana Banjir Dengan Kombinasi Upaya Struktural dan Non-Struktural
Mitigasi ini investasi jangka panjang untuk kesejahteraan.
Mitigasi adalah upaya fundamental untuk mengurangi risiko bencana dan dampaknya terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, serta untuk menghindari terjadinya bencana.
Kegiatan mitigasi dilakukan melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Upaya mitigasi bencana diimplementasikan melalui beberapa cara.
Perencanaan dan pelaksanaan penataan ruang berdasarkan analisis risiko bencana.
Editor : Pujo Nugroho