Terutama ibunda Affan Kurniawan, Ibu Erlina, kondisinya hingga kini masih menunjukkan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya sang anak.
Kehilangan yang luar biasa sudah ditunjuk ibunda Affan Kurniawan sejak ia mendapat kabar bahwa putra kesayangannya telah pergi untuk selama-lamanya.
Tangis ibunda Affan Kurniawan pecah saat melihat jenazah anaknya dan selama proses pemakaman. Ia terlihat sangat terpukul dan tak kuasa menahan kesedihannya.
Dan tangis ibunda Affan Kurniawan kembali pecah ketika Presiden Prabowo Subianto datang melayat ke rumah duka. Ia mengungkapkan kesedihannya secara langsung kepada Presiden, Prabowo.
"Anak saya sudah enggak ada, Pak...," ucap ibunda Affan Kurniawan lirih.
Selain menunjukkan duka, keluarga Affan, termasuk ibunya, berharap agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku dihukum seadil-adilnya.
Mereka menginginkan transparansi dari pihak kepolisian dalam menangani kasus kematian Affan Kurniawan.
"Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya.... dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya," kata ibunda Affan Kurniawan kepada media asing The Straits Times, Jumat (29/8/2025) di rumahnya.
Bagi ibunda Affan Kurniawan, dia tidak hanya kehilangan putra kesayangannya, tapi juga tulang punggung keluarga. Selama ini dia dan beberapa adil Affan Kurniawan hidup dari hasil ngojek Affan Kurniawan. Itu sebabnya dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib keluarganya setalah Affan Kurniawan pergi.
"Dia tulang punggung keluarga kami, dan dia bekerja sangat keras. Dia telah menabung dari pekerjaannya untuk membeli tanah dan membangun rumah untuk kami di desa kami di Lampung," tutur perempuan berumur 41 tahun tersebut sembari menangis.
Editor : Siti Aeny Maryam