Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Reshuffle, Muhammad Qodari Jadi Kepala KSP: Dari Pengamat Politik ke Jantung Istana

Alfian Yusni • Rabu, 17 September 2025 | 16:12 WIB
Muhammad Qodari diangkat jadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Anto Mukti Putranto. (Sekretariat Presiden)
Muhammad Qodari diangkat jadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Anto Mukti Putranto. (Sekretariat Presiden)

LombokPost - Reshuffle kembali terjadi. Presiden Prabowo Subianto, Rabu (17/9/2025), melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Nama Qodari langsung mencuat, sebab ia bukan sekadar pejabat baru. Ia pengamat politik, pendiri Indo Barometer, peneliti yang biasa mengulas strategi kekuasaan di layar kaca. Kini, ia justru masuk ke jantung kekuasaan itu sendiri.

Muhammad Qodari menggantikan Anto Mukti Putranto yang resmi diberhentikan melalui Keputusan Presiden.

Pelantikan dilakukan di Istana Negara, bersamaan dengan reshuffle sejumlah pejabat penting lain.

Publik menyorot keputusan ini sebagai sinyal konsolidasi Istana untuk menyiapkan barisan yang lebih solid menghadapi agenda pemerintahan ke depan.

Qodari bukan nama asing. Lahir di Palembang, 15 Oktober 1973, ia menempuh pendidikan psikologi sosial di Universitas Indonesia.

Ia lalu melanjutkan studi ke University of Essex, Inggris, sebelum meraih gelar doktor di Fisipol UGM.

Jejaknya jelas: akademisi, peneliti, analis, dan komunikator politik. Sebelum resmi jadi Kepala KSP, Qodari sudah duduk di posisi Wakil Kepala KSP sejak awal pemerintahan Prabowo, Oktober 2024.

Kini statusnya naik. Dari nomor dua menjadi nomor satu di KSP. Dari komentator politik menjadi pelaku utama di ruang strategi.

“Seorang analis yang terbiasa membaca peta politik, kini ditantang untuk mengeksekusi peta itu di lingkaran paling inti,” komentar salah satu kolega politik di Jakarta.

 

Sementara itu, Anto Mukti Putranto yang digantikan, meninggalkan jabatan Kepala KSP setelah setahun mendampingi Prabowo di awal periode.

Pergantian ini disebut sebagai bagian dari penyegaran. Presiden ingin sosok yang lebih lekat dengan komunikasi publik dan analisis politik, bukan hanya pengelolaan birokrasi.

Publik menilai, Muhammad Qodari sebagai Kepala KSP akan membawa nuansa baru.

Dari luar Istana ia dikenal sebagai pengamat yang kritis, di dalam Istana ia dituntut untuk loyal sekaligus strategis.

Tugas utamanya jelas: memastikan kebijakan presiden tersampaikan dengan baik ke masyarakat, sekaligus menjadi “mesin analisis” Istana menghadapi tantangan politik.

Reshuffle Prabowo kali ini pun menjadi sorotan. Bukan hanya karena Qodari, tapi juga karena sejumlah pejabat lain ikut berganti.

Namun, Qodari-lah yang paling banyak dibicarakan. Sebab, jarang ada pengamat politik yang menyeberang sejauh ini: dari ruang komentar di televisi, ke ruang rapat presiden.

Akhirnya, publik menunggu. Apakah Muhammad Qodari sebagai Kepala KSP akan mampu menjembatani Istana dengan rakyat, atau justru tenggelam dalam dinamika politik yang pernah ia analisis sendiri.

Yang jelas, reshuffle ini menegaskan: Prabowo butuh barisan yang bukan hanya kuat, tapi juga komunikatif. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Presiden Prabowo Subianto #ksp #Kepala Kantor Staf Kepresidenan #kepala ksp #reshuffle #Muhammad Qodari #Anto Mukti Putranto