Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Satu Tahun, Pemerintah Bongkar Ulang Anggaran: Dana Tak Terserap Dialihkan ke Program Rakyat

Alfian Yusni • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:51 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: instagram)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: instagram)

LombokPost - Jelang satu tahun pemerintahan, pemerintah pastikan program dan anggaran tepat sasaran.

Tidak ada lagi ruang bagi anggaran yang hanya tersimpan di rekening kementerian. Dana tak terserap bakal dialihkan ke program yang benar-benar dirasakan rakyat.

“Menjelang satu tahun pemerintahan, pemerintah akan pastikan seluruh program dan anggaran yang sudah diprogramkan harus betul-betul bermanfaat dan tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan,” tulis akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Rabu (1/10) malam.

Pernyataan ini ditegaskan kembali usai rapat terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Wisma Danantara.

Hadir dalam rapat itu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan sejumlah menteri bidang ekonomi dan program strategis.

Rapat terbatas kali ini bukan sekadar formalitas jelang satu tahun pemerintahan. Evaluasi penyerapan anggaran menjadi fokus.

Pemerintah pastikan program tepat sasaran dengan langkah berani: jika dana tak terserap, langsung dialihkan ke program lain yang manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat.

Program Strategis yang Disorot

Dalam rapat itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi jelang satu tahun pemerintahan. Sejumlah program prioritas dibahas:

Bantuan Sosial (Bansos) seperti PKH dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk menjaga daya beli rakyat.

 

Program Magang untuk Pemuda yang akan diluncurkan 15 Oktober 2025 guna membantu lulusan baru (fresh graduate) mendapatkan pengalaman kerja.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dievaluasi menyusul insiden keracunan di Bandung Barat agar tata kelolanya lebih aman dan manfaatnya tetap dirasakan keluarga miskin.

“Rakortas ini fokus pada penilaian efektivitas program unggulan, terutama soal penyerapan anggaran agar tidak ada dana menganggur di kementerian,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya.

Penciptaan Lapangan Kerja Jadi Target Besar

Tak hanya evaluasi anggaran, pemerintah juga memacu program jangka menengah untuk membuka jutaan lapangan kerja baru. Teddy Indra Wijaya mengungkapkan beberapa strategi yang dibahas:

“Presiden menekankan agar tidak ada hambatan birokrasi dalam menjalankan program prioritas. Eksekusi harus cepat agar rakyat segera merasakan dampaknya,” tegasnya.

Dana Tak Boleh Diam

Langkah pemerintah pastikan program tepat sasaran juga menjadi jawaban atas kritik publik soal lambatnya realisasi beberapa program bantuan.

Dengan kebijakan dana tak terserap dialihkan ke program lain, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran negara memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Program stimulus ekonomi jelang satu tahun pemerintahan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di tengah ketidakpastian global.

Realokasi anggaran ini dianggap sebagai langkah cepat untuk menghindari pemborosan.

 

Dalam konteks yang lebih luas, evaluasi penyerapan anggaran menjadi cermin keseriusan pemerintah mengawal visi pro rakyat.

Salah satu program yang dievaluasi serius adalah Program Makan Bergizi Gratis, menyusul insiden di Bandung Barat yang membuat ratusan siswa keracunan.

Pemerintah menggandeng BPOM, BGN, dan DPR untuk memperbaiki tata kelola agar kasus serupa tidak terulang.

Presiden Prabowo memberi arahan langsung agar kementerian dan lembaga bergerak lebih cepat, tidak terhambat birokrasi.

“Jangan sampai rakyat menunggu lama. Kita harus pastikan program tepat sasaran dan bermanfaat langsung,” kata Presiden seperti disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (***)

 

 

 

Editor : Alfian Yusni
#Presiden Prabowo Subianto #satu tahun pemerintahan #Evaluasi penyerapan anggaran #program dan anggaran tepat sasaran