LombokPost — Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, membunyikan alarm peringatan terkait evolusi modus kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Judha meminta masyarakat, khususnya di NTB, untuk ekstra waspada terhadap tawaran kerja nonresmi di luar negeri.
Ia mengingatkan praktik ilegal tersebut kini semakin canggih dan berpindah dari perekrutan konvensional ke platform digital.
"Modusnya makin canggih, bahkan melalui media sosial,” ujarnya.
Sebagai figur yang pernah menjabat Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha sangat memahami perubahan pola kejahatan lintas batas ini.
Ia menjelaskan, jika di masa lalu perekrutan ilegal marak dilakukan oleh calo di lapangan, kini jaringan digital telah mengambil alih peran tersebut.
"Sekarang mereka pakai iklan online, tawar gaji hingga 1.200 dolar,” ungkapnya, mencontohkan daya tarik palsu yang disebarkan pelaku.
Yang lebih mengkhawatirkan, Judha mencatat bahwa target korban TPPO kini tidak lagi terbatas pada masyarakat berpendidikan rendah.
Pelaku kini menyasar segmen baru: lulusan sarjana dan profesional muda yang melek teknologi.
"Pelaku kini menyasar generasi berpendidikan dan melek teknologi,” ungkapnya.
Melihat ancaman yang semakin meluas ini, Judha Nugraha mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk media, LSM, dan pemerintah daerah, untuk bersatu dan aktif dalam upaya pencegahan.
"Kita harus pahami modusnya agar tidak terjebak,” tambahnya.
Judha menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama melawan kejahatan kemanusiaan ini.
Editor : Kimda Farida