Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wakaf Produktif Didorong Berstandar Global, Masjid Istiqlal Jadi Pusat Edukasi Ekonomi Umat

Nurul Hidayati • Selasa, 4 November 2025 | 17:04 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hari ini (04/11/2025) menerima kunjungan Pengurus Danantara di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Pertemuan ini menandai langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mengadopsi tata kelola modern berstandar global.

Fokus utama pembahasan adalah penguatan wakaf produktif, peningkatan kapasitas kelembagaan keagamaan, dan sinergi program pemberdayaan.

 Baca Juga: Kemenag Luncurkan Program Inkubasi Wakaf Produktif, Ubah Wakaf Tradisional Menjadi Berdaya Ekonomi

Danantara Tawarkan Inovasi: Kolaborasi Berdampak Nyata

Managing Director Danantara Bidang Stakeholders Management, Rohan Hafas, menyampaikan komitmen pihaknya untuk menghadirkan program yang berorientasi pada hasil dan kolaborasi.

Danantara siap mendukung Kemenag dalam tiga pilar utama.

Pemberdayaan Aset Wakaf. Mengembangkan aset wakaf menjadi unit usaha yang produktif.

Pengembangan Jaringan Usaha: Memperkuat jaringan usaha berbasis masjid.

Pelatihan Tata Kelola: Memberikan edukasi dan pelatihan ekonomi syariah yang modern dan profesional.

“Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan umat, terutama melalui wakaf produktif, inovasi sosial, serta kegiatan edukasi dan literasi ekonomi syariah,” ujar Rohan Hafas.

Danantara bahkan menyatakan kesiapan untuk bersinergi.

Terutama dalam pemanfaatan fasilitas publik di kawasan Masjid Istiqlal sebagai pusat agenda pembinaan dan edukasi ekonomi syariah bagi umat.

Tuntutan Menag: Tata Kelola Wakaf Harus Setara Standar Global

Menag Nasaruddin Umar menyambut antusias inisiatif kolaboratif ini. Namun, Menag memberikan penekanan keras pada pentingnya penguatan tata kelola wakaf secara profesional dan transparan.

Menag menilai potensi wakaf di Indonesia sangat besar, tetapi memerlukan manajemen yang modern dan kredibel untuk menumbuhkan kepercayaan publik.

“Kita harus menyiapkan tata kelola yang kuat, termasuk sistem pengawasan dan governance agar lembaga wakaf kita benar-benar berdaya dan dipercaya publik, setara dengan standar global,” tegas Menag Nasaruddin Umar.

Menag dan Danantara Bahas Upaya Majukan Ekosistem Ekonomi Umat
Menag dan Danantara Bahas Upaya Majukan Ekosistem Ekonomi Umat

Menag juga menyoroti pentingnya pesantren dan lembaga pendidikan Islam sebagai mata rantai inovasi sosial dan pembangunan ekonomi keumatan yang potensial. Model kemandirian ekonomi yang sudah ditunjukkan sejumlah pesantren harus terus ditularkan dan diperluas.

Langkah Selanjutnya: Program Terukur dan Akuntabel

Di akhir pertemuan, Menag meminta Danantara untuk memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dampak jangka panjang, terukur, dan akuntabel. Sinergi program ini harus menjadi bagian integral dari agenda pembinaan ekonomi umat yang sedang dijalankan pemerintah, termasuk optimalisasi aset wakaf dan pengembangan literasi keuangan syariah.

“Kita perlu program yang terukur, akuntabel, dan memberi manfaat langsung. Dengan pendekatan yang tepat, saya yakin kontribusi kita untuk umat bisa semakin besar,” pungkas Menag, membuka jalan bagi kolaborasi yang diharapkan menjadi benchmark baru dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Editor : Pujo Nugroho
#masjid #Danantara #profesional #Pemberdayaan #wakaf #menag