LombokPost – Kabar restrukturisasi di pucuk pimpinan pemerintahan datang dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Mohammad Rudy Salahuddin, sosok yang dikenal sebagai motor penggerak ekonomi digital dan program pemagangan, resmi mengakhiri masa baktinya di Kemenko Perekonomian. Ia kini dilantik sebagai Sekretaris Kementerian Investasi/Sekretaris Utama BKPM.
Perpindahan strategis Rudy dari Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata (Kemenko Perekonomian) ke jajaran inti BKPM disambut dengan harapan besar: peningkatan kolaborasi lintas kementerian yang lebih solid demi mendongkrak investasi nasional.
Jejak 10 Tahun, dari Ekonomi Digital hingga Pemagangan
Rudy Salahuddin mengenang pengabdiannya selama satu dekade di bawah dua Menko Perekonomian berbeda.
"Selama 10 tahun, 5 bulan tepatnya saya bertugas di Kemenko Perekonomian. Dilantik oleh Pak Sofyan Djalil, dan selesai di Pak Airlangga Hartarto. Banyak sekali kesan," ungkap Rudy, yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo (2024-2025).
Selama masa jabatannya, Rudy menorehkan sejumlah prestasi penting, termasuk:
Menjadi motor utama di balik perumusan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital.
Mengoordinasikan sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan ketenagakerjaan.
Menginisiasi terlaksananya Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi.
Tantangan Investasi dan Izin Berbasis Risiko di Depan Mata
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, melalui pesan khusus, menekankan pentingnya peran Rudy di posisi barunya.
Menko Airlangga secara eksplisit menyoroti perlunya kolaborasi yang kuat, terutama terkait aspek investasi dan implementasi regulasi kunci, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Perpindahan Rudy ke BKPM, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menarik dan memfasilitasi investasi, dinilai sebagai langkah tepat untuk mempercepat integrasi kebijakan antara perumusan di Kemenko dan eksekusi di BKPM.
Rudy sendiri menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Asisten Deputi dan stafnya atas dedikasi serta kekompakan yang terjalin selama ini.
“Saya juga mohon maaf apabila ada kekurangan atau kekhilafan selama ini, baik perbuatan, perkataan, maupun ada yang kurang berkenan di hati, mohon dimaafkan,” tutup Rudy.
Dengan hadirnya sosok berpengalaman seperti Rudy Salahuddin di BKPM, diharapkan koordinasi terkait regulasi investasi dapat semakin mulus, menjadi angin segar bagi realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di tahun-tahun mendatang.
Editor : Siti Aeny Maryam