LombokPost – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat lonjakan aktivitas penyebaran berita palsu (hoaks) di ruang digital Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, Komdigi mendeteksi lebih dari 1.900 konten hoaks, menandai tantangan serius dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat, terutama di sektor vital seperti kesehatan.
Dari ribuan konten palsu tersebut, isu kesehatan menjadi target favorit penyebar hoaks.
Sebanyak 163 konten hoaks teridentifikasi fokus pada topik kesehatan, utamanya mengenai vaksinasi dan obat herbal.
Fenomena ini semakin menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan kesehatan yang kuat di tengah pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI).
Waspada Misinformasi di Era AI! Kemenkes Desak Masyarakat Perkuat Literasi HPV dan Vaksinasi
Baca Juga: Jangan Tergiur Kabar Hoaks Lagi! Begini Cara Cek Rapelan Gaji Pensiunan PNS di TOS Taspen
Kemenkes: Informasi Tepat Adalah Kunci Perangi Kanker Leher Rahim
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, MKM, menyampaikan urgensi penyebaran informasi yang akurat, khususnya terkait kanker leher rahim dan langkah pencegahannya melalui imunisasi Human Papillomavirus (HPV).
"Dalam upaya menurunkan angka kejadian kanker leher rahim di Indonesia, persebaran informasi yang tepat dan akurat memiliki peran yang sangat krusial," tegas dr. Prima.
Baca Juga: Kapolda NTB Ajak PWI NTB Tangkal Berita Hoaks, Jajaki Peluang UKW
Menurutnya, edukasi yang benar akan membantu masyarakat memahami bahwa kanker leher rahim adalah penyakit yang dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV.
Namun, upaya ini terancam oleh persebaran misinformasi.
Komitmen pemerintah tidak berhenti pada edukasi.
Kemenkes terus bekerja keras memperluas cakupan imunisasi HPV, tidak hanya bagi anak perempuan, tetapi juga mencakup anak laki-laki.
"Ini sebagai bagian dari perlindungan komprehensif terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus HPV," tambahnya.
Data hoaks yang tinggi ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih kritis, mencari informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya dan berbasis bukti ilmiah, terutama sebelum mengambil keputusan penting terkait imunisasi dan pencegahan penyakit serius seperti kanker leher rahim.
Editor : Kimda Farida