Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rahasia Pengobatan Tradisional Merapi–Merbabu Terungkap: BRIN Buka Isi Manuskrip Kuno yang Simpan Ratusan Formula

Rury Anjas Andita • Minggu, 23 November 2025 | 16:49 WIB
BRIN ungkap rahasia pengobatan tradisional Merapi–Merbabu dari manuskrip kuno berisi ratusan formula obat dan tanaman herbal langka.
BRIN ungkap rahasia pengobatan tradisional Merapi–Merbabu dari manuskrip kuno berisi ratusan formula obat dan tanaman herbal langka.

LombokPost - Rahasia pengobatan tradisional Merapi–Merbabu akhirnya terungkap melalui riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Identifikasi Penyakit dan Penyembuhan dalam Manuskrip Merapi–Merbabu”, BRIN memaparkan hasil telaah mendalam terhadap naskah kuno yang menyimpan ratusan formula penyembuhan warisan abad lampau.

FGD ini digelar oleh Pusat Riset Manuskrip, Literatur dan Tradisi Lisan (MLTL) BRIN, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) di Jakarta (18/11).

Peneliti MLTL BRIN, Suyami, mengungkapkan bahwa kawasan Merapi–Merbabu menyimpan lebih dari 15 manuskrip kuno berisi pengetahuan pengobatan tradisional Merapi–Merbabu.

Pada tahap awal penelitian, tim mengkaji manuskrip Rimbun Padukunan yang memuat sekitar 200 formula pengobatan dan 126 jenis bahan obat.

Suyami mengatakan kegiatan ini menyoroti keragaman flora Merapi–Merbabu dan potensi pengembangannya.

“Di dalam manuskrip ini terdapat berbagai cara penanganan penyakit, termasuk yang jarang ditemukan saat ini. Pengetahuan tersebut merupakan warisan berharga yang perlu dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Cocokkan Tanaman Obat: Naskah Bertemu Kondisi Lapangan

BRIN bersama TNGM mencocokkan daftar tanaman dalam naskah dengan flora asli Merbabu. Hasil awal menunjukkan terdapat 11 jenis tanaman obat yang cocok, 21 jenis tanaman berpotensi, dan sebagian belum dikenal secara lokal.

Perwakilan TNGM, Ekowati, memaparkan hasil survei etnobotani di lima resort Merbabu yang melibatkan 96 responden. Survei itu mencatat 203 jenis tanaman obat, lalu diseleksi menjadi 56 jenis prioritas bersama Fakultas Biologi UGM.

“Hasil survei menunjukkan pola penggunaan tanaman obat mulai menurun karena dianggap rumit, tetapi sebagian pengetahuan tradisional masih bertahan,” kata Ekowati.

Sinkronisasi data memperlihatkan adanya 11 tanaman obat dalam manuskrip yang sesuai dengan temuan lapangan serta 21 tanaman lain yang berpotensi kuat tumbuh di lereng Merbabu.

Dari Naskah Kuno, Menuju Basis Ilmiah Modern

Pustakawan Perpustakaan Nasional RI, I Wayan Pande Sumardika, menyebut Primbon Padukunan (14 L 592) mencatat 140 jenis tanaman obat dan 84 jenis penyakit, yang dinilai kuat menjadi dasar penyusunan ensiklopedia tanaman obat Merapi–Merbabu.

Sementara itu, Adi Wisnu Nurutomo menegaskan pentingnya naskah Merapi–Merbabu sebagai mata rantai sejarah pengetahuan pasca-Majapahit.
“Pengetahuan yang disimpan para pendeta di pegunungan ini penting dikembalikan kepada masyarakat pewarisnya,” ujarnya.

Langkah Strategis BRIN untuk Kebangkitan Pengobatan Tradisional

Riset pengobatan tradisional Merapi–Merbabu ini menjadi langkah strategis dalam mengangkat kembali warisan pengetahuan leluhur. Ke depan, BRIN berharap penelitian lanjutan menghasilkan publikasi ilmiah, uji klinis, dan informasi aman bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas-lembaga ini memperkuat pemanfaatan manuskrip kuno Merapi–Merbabu sebagai sumber pengetahuan etnobotani, budaya, dan kesehatan yang bernilai tinggi.

Editor : Rury Anjas Andita
#BRIN #pengobatan tradisional #merbabu #merapi #manuskrip kuno