LombokPost – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) kembali terpantau cair secara masif menjelang akhir November 2025.
Sejumlah KPM melaporkan bahwa dana PKH telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka.
Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp 750.000 hingga mencapai Rp 975.000, tergantung pada komponen yang dimiliki setiap keluarga.
Laporan pencairan PKH berdatangan dari berbagai daerah, baik di Jawa maupun luar pulau. Bank BRI menjadi bank penyalur yang paling dominan, diikuti oleh Bank Mandiri, Bank BNI, dan BSI.
PKH adalah bansos bersyarat yang diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup KPM melalui dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Inilah sebabnya mengapa nominal yang diterima setiap KPM berbeda-beda
Untuk komponen pendidikan, anak sekolah (SD, SMP, SMA/Sederajat). Komponen Kesehatan untuk Ibu Hamil dan Balita. Komponen Kesejahteraan untuk Penyandang Disabilitas Berat dan Lanjut Usia.
Laporan terbaru menunjukkan KPM dengan komponen tunggal menerima sekitar Rp 750.000, sementara KPM dengan komponen ganda bisa menerima hingga Rp 975.000.
Variasi ini wajar dan disesuaikan otomatis oleh sistem berdasarkan data yang terverifikasi.
Pencairan PKH yang terus bergulir hingga minggu terakhir November ini membuktikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan penyaluran tahap akhir menjelang tutup tahun.
Mekanisme pencairan dilakukan bertahap untuk memastikan seluruh KPM, termasuk yang baru menerima KKS atau mengalami peralihan dari mekanisme Pos ke Bank, tetap mendapatkan haknya.
KPM diingatkan untuk terus memantau saldo berkala di KKS masing-masing.
Jika mengalami kendala teknis (data tidak muncul, saldo tidak masuk, atau KKS bermasalah), segera hubungi bank penyalur terdekat atau pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Penanganan cepat sangat diperlukan agar hak penerima tidak tertunda.
Pemerintah menegaskan bahwa keterlambatan pada sebagian KPM disebabkan proses verifikasi data dan antrean penyaluran, namun seluruh data dipastikan akan rampung dicairkan.
Editor : Rury Anjas Andita