LombokPost - Sebanyak 276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang awalnya melayani pengungsi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kini telah beralih fungsi.
Peralihan ini menjadikan SPPG tersebut digunakan untuk pelayanan umum.
Hal ini terjadi di ketiga provinsi yang sebelumnya terdampak bencana tersebut.
"Di Aceh ada 81 SPPG melayani ratusan ribu. Sumut ada 129 melayani juga ratusan ribu penerima manfaat. Sumbar ada 66," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (3/12).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menambahkan, SPPG merupakan salah satu infrastruktur pemerintah yang siap melayani siapa saja.
Disinggung soal anggaran MBG, Dadan menjelaskan, pihaknya selalu memasukkan uang ke dalam virtual account. Apalagi, dalam keadaan bencana, anak sekolah juga libur.
Sementara itu, lanjutnya, anak-anak yang menjadi korban juga merupakan anak-anak sekolah yang ada di pengungsian.
"Jadi, kita harus layani. Tapi ketika terjadi bencana, tidak hanya anak-anak yang kita berikan bantuan, melainkan seluruh masyarakat yang mengalami musibah," ujarnya seusai rapat koordinasi (rakor) yang sama yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu (3/12).
Rakor tersebut diikuti sekitar 26 kementerian dan lembaga terkait. Zulkifli menuturkan, itu merupakan rapat perdana menyusul lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Hal lain yang dibahas dalam rakor tersebut adalah percepatan 3T: Tersedia, Terjangkau, dan Tercukupi. Saat ini sudah ada 16.630 SPPG untuk memberikan layanan kepada sekitar 47,2 juta penerima manfaat. (raf/ttg/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji