Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikabarkan Pergi Umrah saat Masyarakatnya Dilanda Bencana, Gerindra Pecat Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dari Ketua DPC

Akbar Sirinawa • Sabtu, 6 Desember 2025 | 07:14 WIB
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS saat menunaikan ibadah umroh ditengah bencana yang melanda Aceh. (ISTIMEWA)
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS saat menunaikan ibadah umroh ditengah bencana yang melanda Aceh. (ISTIMEWA)

LombokPost-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono mengambil langkah tegas terkait Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra daerah tersebut.

Mirwan diberhentikan dari posisi kepartaian setelah ramai pemberitaan mengenai keberangkatannya umrah ketika banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Selatan.

“Tadi saya dilaporkan mengenai Bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” kata Sugiono di Jakarta, Jumat 5 Desember.

“Oleh karena itu, DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” sambungnya.

Keputusan ini muncul di tengah kritik publik yang menilai ketidakhadiran Mirwan di daerahnya sebagai bentuk kelalaian.

Suara kekecewaan juga datang dari pemerintah pusat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Benny Irwan menilai tindakan Mirwan tidak pantas dilakukan ketika masyarakat masih menderita akibat bencana.

“Kami sangat menyayangkan sekali begitu mengetahui dari media bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini dikabarkan sedang berada di Tanah Suci melaksanakan ibadah umrah,” ujar Benny.

Benny menjelaskan bahwa Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh.

Dalam situasi seperti itu, kehadiran kepala daerah diperlukan untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan berlangsung cepat.

“Dalam suasana terdampak bencana, dimana masih terdapat kerusakan dan keterbatasan yang menuntut penanganan segera, maka kehadiran kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah masyarakatnya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri akan meminta pertanggungjawaban Mirwan terkait keberangkatannya ke luar negeri saat daerahnya sedang dalam masa darurat.

“Kita akan telusuri dan dalami informasi awal ini, kemudian ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#KETUA DPC #sugiono #tanah longsor #aceh selatan #Bupati Aceh Selatan #Partai Gerindra #Banjir #Umrah