LombokPost - Selasa (9/12) siang menjadi momen mengerikan bagi penghuni gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Gedung berlantai tujuh milik perusahaan penjualan pesawat tanpa awak itu terbakar hebat. Hingga pukul 17.00 pada Selasa (9/12), korban meninggal mencapai 22 orang.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, sumber api diduga berasal dari ruang penyimpanan baterai drone di lantai 1.
"Ada dugaan korsleting atau kegagalan termal pada baterai drone hingga memicu ledakan dan kebakaran," kata Dimitri, pegawai yang berhasil selamat. ’’Waktu itu saya di lantai 5. Kami sedang loading,’’ lanjutnya.
Sebelum api membesar, terdengar beberapa kali ledakan. Beberapa saat kemudian, api merembet ke lantai atas. Asap hitam pekat dengan cepat mengisi ruang-ruang di tiap lantai. Jalur tangga utama juga tertutup asap tebal.
Puluhan karyawan yang berada di lantai 2 ke atas panik. Mereka tak bisa turun karena api dan asap menghadang di lantai 1. Satu-satunya pilihan adalah lari ke atas, menuju rooftop. Namun, asap tebal dan suhu panas menyulitkan langkah mereka.
’’Asap di lantai 2 dan 3 sudah banyak, kita semua langsung lari ke rooftop," katanya.
Di rooftop, para karyawan tampak berdiri di tepian gedung sambil berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang melihat kebakaran mencoba membantu. Namun, api terlanjur membesar.
Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba. Total ada 28 mobil yang dikerahkan. Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Sekitar 15 karyawan yang mayoritas perempuan dievakuasi dari atap gedung dengan menggunakan tali.
Terjebak Asap Pekat
Sumber lain menyebutkan, saat awal terjadi kebakaran, para karyawan di lantai 1 sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR. Namun, api tak bisa dijinakkan. Kepulan asap yang memenuhi gedung membuat para karyawan kekurangan oksigen. Banyak korban meninggal karena lemas akibat kekurangan oksigen. Selain itu, bentuk tangga yang sempit menyulitkan para karyawan berlari menuju rooftop.
Mereka yang selamat adalah para karyawan yang berhasil mencapai rooftop, lalu menyeberang ke gedung di sebelahnya. Namun, tidak semua bisa melakukan hal itu. Banyak yang tidak punya tenaga lagi untuk naik ke atas.
"Korban meninggal ditemukan rata-rata di lantai 3, 4, dan 5. Lantai 6 menjadi titik yang relatif lebih aman karena bisa langsung mencapai rooftop," ungkap petugas damkar.
Pantauan di RS Kramat Jati hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 22 kantong jenazah tiba. "Korban meninggal dunia 22 orang. Dengan rincian 7 laki-laki dan 15 perempuan. Semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan lebih lanjut," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Susatyo Purnomo Condro, kemarin (9/12).
Saat ini, lanjut Susatyo, tim damkar sedang dalam proses merapikan alat-alat mereka setelah upaya memadamkan api. Setelah semua rapi, petugas akan memulai olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran.
"Dalam proses evakuasi yang penuh tekanan, beberapa petugas juga terluka akibat pecahan kaca dan hambatan lainnya," ujarnya.
Polisi akan membuat posko di Rumah Sakit Polri. Posko itu akan membantu proses penyerahan jenazah korban kepada keluarga setelah identifikasi selesai. Kondominium di sekitar lokasi kejadian juga menyediakan posko untuk keluarga korban, terutama bagi karyawan Terra Drone yang belum kembali atau belum memberikan kabar kepada keluarga mereka.
"Tim akan terus mencoba telusuri dan menyisir ulang lokasi kejadian untuk mendapatkan informasi lebih lengkap," tuturnya. (ygi/oni/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam