Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkembangan Pengerjaan Jembatan Bailey di Aceh: Progres Signifikan, Akses Transportasi Kembali Terbuka!

Marthadi • Jumat, 12 Desember 2025 | 22:20 WIB

Tim BNPB tengah meninjau salah satu lokasi pemasangan jembatan bailey di Kabupaten Bieruen, pada Kamis (11/12).
Tim BNPB tengah meninjau salah satu lokasi pemasangan jembatan bailey di Kabupaten Bieruen, pada Kamis (11/12).
LombokPost - Pemerintah melalui BNPB dan Satgas TNI terus mempercepat pembangunan jembatan bailey di Provinsi Aceh, dengan tiga lokasi pengerjaan yang menunjukkan perkembangan signifikan per Kamis (11/12).

Pemasangan jembatan diharapkan selesai akhir pekan ini, membuka kembali akses transportasi yang vital bagi distribusi logistik dan bantuan.

Tiga lokasi pemasangan jembatan bailey yang mengalami kemajuan pesat antara lain:

- Jembatan Teupin Reudeup, Kecamatan Pesangan Selatan, Bireuen, yang kini mencapai 77 persen progres dari sebelumnya 53 persen. Jembatan ini menghubungkan Bireuen dan Lhoksumauwe dengan panjang 30 meter.

- Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, sebagai jalan utama ke Takengon, Aceh Tengah, dengan progres 85 persen, meningkat pesat dari 25 persen.

- Jembatan Kutablang, Kecamatan Krueng Tikeum, Bireuen, dengan panjang 72 meter, yang mencapai progres 17,5 persen.

Selain itu, jembatan Jeurata di Aceh Tengah, yang menghubungkan Pidie dan Takengon, masih dalam tahap awal dengan progres 1%. Jembatan sepanjang 48 meter ini diharapkan selesai dalam waktu dekat.

Dengan kapasitas 50 ton, jembatan bailey ini dirancang untuk memulihkan akses transportasi, mempercepat distribusi logistik ke wilayah-wilayah terdampak. Proyek ini melibatkan personel TNI Yonzipur dan Kementerian Pekerjaan Umum, berkoordinasi dengan BNPB.

Perkembangan Operasi SAR:

Per Kamis (11/12), BNPB mencatat korban meninggal akibat bencana di Aceh dan Sumatra mencapai 990 jiwa. Korban hilang tercatat 222 orang, sementara pengungsi berjumlah 884.889 jiwa. Rincian korban di masing-masing provinsi adalah sebagai berikut:

- Aceh: 407 meninggal, 31 hilang, 817.742 mengungsi.

- Sumatra Utara: 343 meninggal, 98 hilang, 53.523 mengungsi.

- Sumatra Barat: 238 meninggal, 93 hilang, 13.624 mengungsi.

Editor : Marthadi
#pembangunan Aceh #jembatan bailey #operasi SAR #progres jembatan #distribusi logistik