Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Tahun Baru 2026, Pemerintah Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Pantau BMKG

Redaksi Lombok Post • Jumat, 26 Desember 2025 | 18:43 WIB

WASPADA: Sejumlah pengunjung sedang duduk di gazebo saat awan mendung di Pantai Loang Baloq Kota Mataram, beberapa waktu lalu. BMKG meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berlangsung.
WASPADA: Sejumlah pengunjung sedang duduk di gazebo saat awan mendung di Pantai Loang Baloq Kota Mataram, beberapa waktu lalu. BMKG meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berlangsung.
LombokPost – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Peringatan ini menyusul kondisi puncak musim hujan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta masyarakat yang sedang melakukan perjalanan libur akhir tahun.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan agar masyarakat rutin memantau informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini dikarenakan karakteristik cuaca akhir tahun yang dinamis dan sulit diprediksi.

“Mohon untuk selalu waspada menghadapi perubahan cuaca yang sering dinamis dan sulit diduga. BMKG memperkirakan dalam sepekan ke depan hujan masih akan turun meskipun intensitasnya relatif ringan. Namun, kita tetap harus waspada, terutama karena beberapa sungai mengalami pendangkalan akibat longsor dan faktor lainnya,” ujar Pratikno, Jumat (26/12/2025).

Pratikno juga mengingatkan para wisatawan yang tengah menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk tidak abai terhadap peringatan dari otoritas setempat, termasuk BNPB dan BPBD.

“Kepada masyarakat Indonesia yang bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru, mohon terus memantau peringatan dari BMKG, BNPB, dan pihak berwenang di lokasi masing-masing. Mari kita utamakan keselamatan bersama,” katanya.


Senada dengan Menko PMK, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah Sumatera saat ini sedang berada pada puncak musim hujan.

BNPB bersama BMKG dan TNI terus berupaya meminimalisir dampak cuaca ekstrem melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Meski demikian, Abdul mengakui adanya keterbatasan teknis dalam menghadapi puncak siklus hujan.

“Kita berada di puncak musim hujan untuk sebagian besar wilayah Sumatera. BNPB, BMKG, dan TNI terus melakukan operasi modifikasi cuaca. Namun, karena berada di puncak musim hujan, tidak semua kondisi cuaca dapat dimodifikasi sesuai harapan,” jelas Abdul.


Operasi modifikasi cuaca yang telah berjalan selama satu bulan terakhir diklaim cukup efektif menurunkan intensitas hujan di beberapa titik. Data menunjukkan jumlah hari tanpa hujan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera tercatat lebih banyak dalam sebulan terakhir.

Walaupun sempat terjadi banjir susulan di beberapa lokasi akibat hujan berintensitas tinggi, BNPB memastikan kondisi tersebut masih terkendali.

“Beberapa titik memang sempat mengalami hujan dengan intensitas tinggi dan banjir susulan. Tetapi sampai hari ini tidak ada korban maupun penambahan dampak dari peristiwa sebelumnya,” pungkas Abdul Muhari.

Pemerintah berharap dengan kewaspadaan dini dan koordinasi antarlembaga yang kuat, momen perayaan malam tahun baru dapat berjalan aman tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#libur natal #bmkg #tahun baru #Cuaca Ekstrem