LombokPost - Sebuah momen emosional dan penuh penekanan integritas terjadi di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI.
Dalam acara penyerahan laporan capaian Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) 2025, Presiden Prabowo Subianto meninggalkan pesan mendalam yang ditulis langsung di atas sebuah prasasti.
Pesan Sakti di Atas Prasasti
Dengan tulisan tangan yang tegas, Presiden Prabowo memberikan mandat moral bagi seluruh korps Adhyaksa.
“Jadilah jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!”
Pesan ini bukan sekadar kalimat formal, melainkan simbol dukungan penuh Kepala Negara agar para jaksa tetap teguh.
Meskipun harus menghadapi berbagai risiko, tekanan, maupun intervensi dalam menjaga kekayaan negara.
Tekad Lawan Korupsi Tanpa Pandang Bulu
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah prioritas utama sejak detik pertama ia menerima mandat kepemimpinan.
Ia menyatakan tidak akan mentoleransi perampokan kekayaan negara oleh siapapun dan di mana pun.
“Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita. Kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas,” ujar Presiden dengan nada bicara yang menggugah semangat.
Kunci Menghentikan Kebocoran Negara
Menurut Presiden, keberanian dan kejujuran aparat adalah kunci utama untuk menghentikan praktik penyimpangan yang sudah berlangsung lama.
Penulisan pesan pada prasasti tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aparat penegak hukum bahwa mereka membawa harapan rakyat untuk Indonesia yang lebih adil dan bersih dari korupsi.
Editor : Kimda Farida