Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia Serukan ASEAN Kembali Jadi Jangkar Damai, Bukan Arena Rivalitas

Nurul Hidayati • Kamis, 15 Januari 2026 | 13:24 WIB
ASEAN
ASEAN

LombokPost - Di tengah memanasnya suhu politik global, Indonesia secara tegas menyerukan agar ASEAN tidak terseret dalam arus persaingan kekuatan besar.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menlu menekankan bahwa ASEAN harus kembali pada fitrahnya sebagai ruang damai yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan tempat unjuk kekuatan militer (hard power).

Pesan Tegas Presiden Prabowo Dalam pidatonya, Menlu Sugiono mengutip visi strategis Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi tawar kawasan di masa depan.

“Dalam situasi ketidakpastian geopolitik saat ini, semakin kuat ASEAN, maka suara kita akan semakin didengar di dunia,” ujar Menlu mengutip Presiden Prabowo Subianto.

Sorotan 50 Tahun TAC: Aturan Main Harus Dihormati Tahun 2026 menjadi momentum krusial dengan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).

Namun, Menlu Sugiono menyampaikan keprihatinannya atas melemahnya prinsip-prinsip TAC saat ini. Ia mengingatkan bahwa prinsip non-intervensi dan penghormatan kedaulatan adalah harga mati yang tidak boleh dilanggar.

Langkah Strategis Indonesia di 2026 Memasuki tahun 2026, Indonesia telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas Kawasan.

Sinergi dengan Filipina: Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Keketuaan Filipina 2026 demi keberlanjutan agenda kawasan.

Laut China Selatan: Mendorong percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) yang harus sejalan dengan hukum laut internasional (UNCLOS).

Sentralitas ASEAN: Memastikan ASEAN tetap menjadi pemimpin arsitektur keamanan di Asia Tenggara tanpa intervensi pihak luar.

Menlu menutup poin ASEAN dengan menegaskan bahwa persatuan adalah satu-satunya kunci untuk mencegah fragmentasi kawasan.

Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga Asia Tenggara tetap menjadi wilayah yang stabil melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi.

Editor : Kimda Farida
#keamanan #ASEAN #geopolitik #kawasan #menlu #asia