LombokPost--Banjir yang meluas di wilayah Daerah Operasi 4 Semarang dan Daerah Operasi 1 Jakarta memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan rekayasa operasi dan pembatalan perjalanan hingga Minggu (18/1).
Sebanyak 38 perjalanan kereta api dibatalkan demi mengutamakan keselamatan penumpang akibat kondisi lintasan yang tidak memungkinkan.
Dampak Banjir pada Operasi Kereta Api
Curah hujan tinggi menyebabkan beberapa jalur kereta api tergenang dan belum dapat dilalui secara aman.
Untuk menjaga keselamatan, KAI menerapkan beberapa langkah rekayasa operasi, termasuk:
-
Pengalihan Rute pada beberapa perjalanan.
-
Pembatasan Kecepatan di area terdampak.
-
Pembatalan Perjalanan secara selektif berdasarkan evaluasi kondisi lintasan dan potensi keterlambatan tinggi.
Baca Juga: Transformasi Rafael Leao di AC Milan, dari Dribbler Luar Biasa ke Finisher Sejati
Kebijakan Refund 100 persen dan Komunikasi Transparan
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan kebijakan pengembalian dana penuh.
"Kami memberikan pengembalian bea tiket 100% yang dapat diajukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan, melalui loket stasiun atau Contact Center 121," tulis KAI dalam pernyataannya.
KAI secara aktif mengkomunikasikan perkembangan melalui akun resmi @KAI121 di platform X.
Baca Juga: ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Operasi SAR Hadapi Medan Ekstrem
Perusahaan menyatakan terus melakukan pemantauan, normalisasi lintasan, dan koordinasi intensif dengan pihak terkait.
Permohonan Maaf dan Apresiasi
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang dan mengapresiasi pengertian masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.
Para calon penumpang diimbau untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi KAI sebelum berangkat.
Editor : Kimda Farida